Konsep Tauhid Dijadikan Dasar Ilmu Kedokteran Islam Sejak 7 Masehi
Fajar adhitya
Kamis, 27 Oktober 2022 - 07:40 WIB
ilustrasi (foto: istimewa)
Para cendekiawan Islam era pertengahan banyak yang mengembangkan ringkasan medis berdasarkan Al-Qur'an dan hadits.
Sebut saja Muhammad Bin Zakariya Ar-Razi, Abul Qasim Az-Zahrawi, Ibnu Al-Nafis, Abu Zaid Al Balkhi, Ibnu Sina, hingga Ibnu Rusyd.
Fokus sarjana muslim awal pada pengobatan dipupuk oleh Al-Qur'an dan hadits. Hal ini sebagaimana yang dicirikan berikut:
مَا أَنْزَلَ اللهُ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً
“Tidaklah Allah menurunkan penyakit kecuali Dia juga menurunkan penawarnya.” (HR Bukhari).
Baca juga:UAH: Iman Tak Sekadar di Hati, tapi Juga Lisan dan Perbuatan
Dikutip Islamic medicine and evolutionary medicine: a comparative analysis. The Journal of IMA, 44(1), 44-1-8780 oleh Saniotis A. (2012) menjelaskan dasar-dasar pengobatan Islam dimulai seiring berkembangnya dakwah Islam pada abad 7 Masehi. Al-Qur'an dan tradisi Kenabian (hadits) membahas pentingnya kebersihan pribadi dan kesehatan masyarakat.
Sebut saja Muhammad Bin Zakariya Ar-Razi, Abul Qasim Az-Zahrawi, Ibnu Al-Nafis, Abu Zaid Al Balkhi, Ibnu Sina, hingga Ibnu Rusyd.
Fokus sarjana muslim awal pada pengobatan dipupuk oleh Al-Qur'an dan hadits. Hal ini sebagaimana yang dicirikan berikut:
مَا أَنْزَلَ اللهُ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً
“Tidaklah Allah menurunkan penyakit kecuali Dia juga menurunkan penawarnya.” (HR Bukhari).
Baca juga:UAH: Iman Tak Sekadar di Hati, tapi Juga Lisan dan Perbuatan
Dikutip Islamic medicine and evolutionary medicine: a comparative analysis. The Journal of IMA, 44(1), 44-1-8780 oleh Saniotis A. (2012) menjelaskan dasar-dasar pengobatan Islam dimulai seiring berkembangnya dakwah Islam pada abad 7 Masehi. Al-Qur'an dan tradisi Kenabian (hadits) membahas pentingnya kebersihan pribadi dan kesehatan masyarakat.