Awas, Salah Menjaga Isi Hati Bisa Berakibat Buruk
Fifiyanti Abdurahman
Kamis, 27 Oktober 2022 - 13:02 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Menjaga hati (perasaan) sangat penting untuk menjalani kehidupan. Salah menjaga hati, biasa saja berakibat buruk terhadap pergaulan dan diri sendiri.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menegaskan:
الأعمال الظاهرة لاتكون صالحة مقبولة إلا بواسط أعمال القلب، فإن القلب ملك واﻷعضاء جنوده، فإذا خبث الملك خبثت جنوده
"Amalan badan tidak akan diterima tanpa perantara amalan hati. Karena hati adalah raja, sedangkan anggota badan ibarat prajuritnya. Bila Sang Raja buruk, maka akan buruk pula seluruh prajuritnya. " (Majmu’ Al Fatawa, 11/208).
Direktur Aman Palestin Indonesia, Ustadz Miftahuddin Kamil mengatakan baik buruknya manusia tergantung dari hatinya.
"Jadi tergantung rajanya mau bagaimana. Hitam dan putihnya manusia tergantung dari hati karena anggota tubuh badan kita semua ikut kehendak hati," ujar Ustaz Miftahuddin dalam kajian bertajuk Menghadirkan Allah Kembali Di Hati, yang disiarkan secara langsung dari YouTube MQFM Jogja, Kamis (27/10/2022).
Baca juga:UAH: Iman Tak Sekadar di Hati, tapi Juga Lisan dan Perbuatan
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menegaskan:
الأعمال الظاهرة لاتكون صالحة مقبولة إلا بواسط أعمال القلب، فإن القلب ملك واﻷعضاء جنوده، فإذا خبث الملك خبثت جنوده
"Amalan badan tidak akan diterima tanpa perantara amalan hati. Karena hati adalah raja, sedangkan anggota badan ibarat prajuritnya. Bila Sang Raja buruk, maka akan buruk pula seluruh prajuritnya. " (Majmu’ Al Fatawa, 11/208).
Direktur Aman Palestin Indonesia, Ustadz Miftahuddin Kamil mengatakan baik buruknya manusia tergantung dari hatinya.
"Jadi tergantung rajanya mau bagaimana. Hitam dan putihnya manusia tergantung dari hati karena anggota tubuh badan kita semua ikut kehendak hati," ujar Ustaz Miftahuddin dalam kajian bertajuk Menghadirkan Allah Kembali Di Hati, yang disiarkan secara langsung dari YouTube MQFM Jogja, Kamis (27/10/2022).
Baca juga:UAH: Iman Tak Sekadar di Hati, tapi Juga Lisan dan Perbuatan