LANGIT7.ID, Jakarta - Menjaga hati (perasaan) sangat penting untuk menjalani kehidupan. Salah menjaga hati, biasa saja berakibat buruk terhadap pergaulan dan diri sendiri.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menegaskan:
الأعمال الظاهرة لاتكون صالحة مقبولة إلا بواسط أعمال القلب، فإن القلب ملك واﻷعضاء جنوده، فإذا خبث الملك خبثت جنوده
"Amalan badan tidak akan diterima tanpa perantara amalan hati. Karena hati adalah raja, sedangkan anggota badan ibarat prajuritnya. Bila Sang Raja buruk, maka akan buruk pula seluruh prajuritnya. " (Majmu’ Al Fatawa, 11/208).Direktur Aman Palestin Indonesia, Ustadz Miftahuddin Kamil mengatakan baik buruknya manusia tergantung dari hatinya.
"Jadi tergantung rajanya mau bagaimana. Hitam dan putihnya manusia tergantung dari
hati karena anggota tubuh badan kita semua ikut kehendak hati," ujar Ustaz Miftahuddin dalam kajian bertajuk Menghadirkan Allah Kembali Di Hati, yang disiarkan secara langsung dari YouTube MQFM Jogja, Kamis (27/10/2022).
Baca juga: UAH: Iman Tak Sekadar di Hati, tapi Juga Lisan dan PerbuatanRasulullah shallahu’alaihi wasallam bersabda:
أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ
"Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Jika ia baik, seluruh tubuh baik. Jika ia rusak, seluruh tubuh juga rusak. Ketahuilah (segumpal daging) itu ialah hati. (HR. Muslim).
Dari hadis ini, Ustadz Miftahuddin mengatakan bahwa hati sangat luar biasa, oleh karena itu
hati harus dijaga.
Dalam surat Al-Baqarah ayat 74 dijelaskan,
"Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras, sehingga (hatimu) seperti batu, bahkan lebih keras. Padahal dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang (airnya) memancar daripadanya. Ada pula yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya. Dan ada pula yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah. Dan Allah tidaklah lengah terhadap apa yang kamu kerjakan." (Al-Baqarah: 74)."Artinya hati kita ini yang terdiri dari segumpal darah atau dia adalah presentasi dari segumpal darah itu bisa mengeras. Kalau sudah mengeras bahkan lebih keras dari batu," tegas Ustadz Miftahuddin.
Baca juga: 7 Cara Agar Hati Selalu Tenang dan TentramLebih lanjut, dia mengatakan manusia memiliki dua pilihan untuk mengisi hatinya.
"Tapi ini adalah tempatnya di mana kita mengingat Allah. Jadi hati ini ada dua pilihan mau diisi siapa, karena hati ini kalau sudah diisi malaikat tidak mungkin diisi selain malaikat. Dan kalau hati ini sudah diisi iblis maka tidak mungkin diisi oleh malaikat," pungkasnya.
(sof)