LANGIT7.ID - Ketentraman dan ketenangan tidak bisa diukur secara materi, karena merupakan perbuatan hati.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon, Buya Yahya, mengatakan, ketenangan hati hanya bisa didapatkan dengan senantiasa mengingat Allah Ta'ala.
Buya Yahya memaparkan tujuh proses-proses untuk mengingat Allah Ta'ala, di antaranya:
1. Hubungan HatiSeseorang yang ingin mencapai ketenangan hati, maka harus selalu memperhatikan hubungan hatinya. Hubungan hati sangat mempengaruhi ketenangan jiwa seseorang.
Buya Yahya mengibaratkan hati seperti lapu. Saat kabel lampu terhubung dengan sumber listrik, maka pasti akan menimbulkan cahaya.
"Sumber cahaya hati adalah Allah dan para nabi. Sumber kegelapan hati adalah dunia dan maksiat," kata Buya Yahya di Al-Bahjah TV, dikutip Senin (29/8/2022).
Baca Juga: Mengenal Jenis Hati Agar Bisa Perbaiki Diri
Hati yang selalu mengingat Allah akan mendatangkan cahaya. Sebaliknya, hati yang selalu memikirkan dunia akan menimbulkan kegelapan dan ketidaksenangan.
2. Sahabat HatiSahabat selalu ada kala senang maupun susah. Sahabat hati paling baik adalah Allah dan Al-Qur'an serta Nabi Muhammad (Sunnah).
"Agar selalu tenang harus selalu memperhatikan sahabat hatinya. Maka carilah sahabat hati yang mampu memberikan petunjuk kepada dirinya," ujar Buya Yahya.
3. Harapan Hati
Hati yang selalu berharap kepada makhluk tidak akan pernah merasa tenang. Harapan hati harus ditujukan kepada Allah Ta'ala.
Buya Yahya mencontohkan, jika seseorang berbuat baik lalu berharap kepada makhluk, maka hati tidak akan pernah tenang. Itu karena mahluk tidak bisa membalas harapan. Hati tidak boleh berharap kepada sesuatu yang tidak bisa memenuhi harapan.
"Satu-satunya yang dapat memberikan harapan hanya Allah Ta'ala, karena Dia Yang Maha Kuasa atas segala-galanya. Dia pemberi yang sesungguhnya," ucap Buya Yahya.
4. Hilangkan Rasa Curiga kepada AllahBuya Yahya menjelaskan, salah satu bentuk kecurigaan seorang hamba adalah merasa doanya tidak pernah dikabulkan oleh Allah.
Manusia juga sering merasa curiga kepada Allah saat mendapat musibah. Ada satu kalimat yang sering terucap saat diuji, 'dosa apa yang sudah kulakukan?'
Menurut Buya Yahya, kalimat itu salah satu bentuk kecurigaan kepada Allah. Seolah-olah baru pertama kali berbuat dosa.
"Bagaimana mungkin Allah akan mendatangkan ketenangan, sementara hatinya selalu curiga kepada Allah?" tutur Buya Yahya.
5. Berkumpul dengan Orang SalehBerkumpul dengan orang saleh merupakan salah satu cara mendapatkan ketenangan hati. Orang saleh menyimpan dan memancarkan energi positif kepada orang sekitar.
Berkumpul dengan orang saleh juga memberikan semangat hidup, sehingga hati selalu tenang. Paling tidak orang saleh akan menasehati jika kita berbuat salah.
6. Aktif Menghadiri Majelis IlmuIndonesia merupakan salah satu negara dengan majelis ilmu paling banyak di dunia. Setiap tokoh agama pasti memiliki majelis ilmu, baik secara
offline maupun
online.
Buya Yahya menegaskan, orang yang selalu menghadiri majelis ilmu akan mendatangkan ketenangan hati. Hati yang gelap akan menjadi terang.
"Hati yang terang akan menjadikan hidup lebih tenang," ungkap Buya Yahya.
7. Berorientasi AkhiratHidup di dunia hanya sementara. Ibarat seorang musafir yang singgah bernaung di bawah pohon melepas lelah. Saat lelah hilang, sang musafir segera beranjak melanjutkan perjalanan.
Dunia hanya tempat persinggahan untuk mengumpulkan bekal di akhirat. Maka itu, hari harus berorientasi akhirat agar selalu tenang.
Baca Juga: Sebab Amalan Hati, Orang Ini Disebut Rasulullah SAW Tiga Kali Masuk Surga
Orang yang tidak mau merenungkan kehidupan akhirat akan selalu merasa bimbang dan gelisah, karena godaan dunia sangat menyilaukan mata.
Berorientasi akhirat akan mengontrol pikiran dan perbuatan. Selalu terpikir bahwa ucapan dan tindakan akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak.
Dengan mengingat kehidupan akhirat, manusia akan selalu berupaya menghindari perilaku buruk. Kehidupan sehari-hari selalu diliputi tindakan baik untuk mencari keridhaan Allah Ta'ala.
(jqf)