LANGIT7.ID - Rasulullah SAW pernah mengingat perihal segumpang daging dalam diri manusia. Jika segumpal daging itu baik, maka semua akan baik. Demikian pula sebaliknya. Segumpal daging itu adalah hati.
Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhiid (DT), KH Abdullah Gymnastiar atau akrab disapa Aa Gym, menjelaskan tentang tiga jenis hati manusia. Ada
qolbun mayyit,
qolbun maridh, dan
qolbun salim. Dua di antara tiga jenis hati itu berada pada jalan yang tidak diridhai oleh Allah Ta’ala.
Sepatutnya, manusia selalu mengasah keimanan agar mendapatkan derajat qplbun salim. Ketika Allah sudah ridha kepada hamba-Nya, surga pun akan menjadi tempat kembali.
Aa Gym menjelaskan, orang yang memiliki
qalbun mayyit (hati yang mati) lebih jahat dari binatang. Sebab manusia dengan sadar terus menerus melakukan maksiat. Sementara
qolbun maridh adalah ketika hati sakit akibat jauh dari Allah.
“Badan berpenyakit saja menderita, apalagi kalau hatinya berpenyakit,” kata Aa Gym melalui kanal youtube Aa Gym Official, dikutip Jumat (10/12/2021).
Sementara qolbun salim merupakan hati yang sehat, bersih, dan selamat. Ciri khas qolbun salim sama sekali tidak ada penyakit hati di dalamnya. Ia selalu bersyukur apapun yang terjadi. Tak pernah dengki apalagi riya'. Ia selalu mengharapkan ridha Allah.
“Iman itu diucapkan dengan lisan, diaktualisasikan dengan perbuatan, ditetapkan atau diyakini dalam hati. Betapa banyaknya kita sibuk dengan amalan lahir, tapi lupa amalan hati,” kata Aa Gym.
Qolbun Salim merupakan ciri hati orang mukmin yang tak akan tersentuh oleh api neraka. Hatinya selalu tenang, pikiran terkendali, semua buah pikiran indah, senantiasa mengajak orang ke jalan yang benar, bersikap lemah lembut, dan mempermudah orang lain.
Qolbun Salim akan membuat seseorang mencapai derajat akhlak mulia. Sesungguhnya Rasulullah SAW diutus ke muka bumi untuk menyempurnakan akhlak. Orang yang memiliki iman paling kuat adalah orang yang paling mulia akhlaknya. Akhlak datang hati. Siapa saja yang beriman kepada Allah, maka Dia akan memberikan petunjuk kepada jalan benar.
“Kalau kita berharap kepada makhluk, maka makin tidak tenang hidup dan hati kita. Orang berakhlak, mereka selalu bersandar kepada Allah, karena semua yang ada adalah titipan Allah. Jangan iri dengan milik orang lain, karena semua itu punya Allah,” ucapnya.
(jqf)