home global news

Resesi di Depan Mata, SBY Ungkap Cara Menghadapinya

Kamis, 27 Oktober 2022 - 16:56 WIB
Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (foto: istimewa)
Peringatan dini terhadap potensiresesi ekonomi global 2023 sudah digaungkan berbagai institusi finansial global seperti International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia. Bahkan, firma riset investasi Ned Davis Research memprediksi terdapat 98,1% kemungkinanresesi terjadi tahun depan.

Menurut Presiden ke-6 RI (2004-2014), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), negara-negara di dunia sudah punya pengalaman menghadapi resesi. Dia menilai resesi itu hanya bersifat sementara. Meski begitu, negara-negara di dunia harus tetap berusaha.



Baca Juga: Resesi Global Diprediksi Terjadi 2023, Ini Saran Ekonom



“Sepertinya, ekonomi global bakal masuki resesi. Seberapa dalam dan berapa lama kita tidak tahu. Pada saatnya, badai pasti berlalu. Habis gelap, terbitlah terang. Begitulah sejarah krisis ekonomi sejak depresi dahsyat tahun 1930-an. Syaratnya, dunia dan semua negara harus berikhtiar,” kata SBY melalui akun twitter-nya, Kamis (27/10/2022).

Resesi ekonomi merupakan kondisi di mana perekonomian suatu negara mengalami penurunan aktivitas secara signifikan dalam jangka waktu yang lama. Penurunan produk domestik bruto (PDB), kenaikan angka pengangguran, dan menurunnya kepercayaankonsumen menjadi tanda-tanda resesi ekonomi dalam suatu negara.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
sby krisis ekonomi resesi
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya