home edukasi & pesantren

Sentimen Anti-Sains Semakin Menguat, Kebebasan Akademik Terancam

Jum'at, 28 Oktober 2022 - 16:52 WIB
Ilustrasi (foto: Research Professional News)
Koordinator Kaukus Indonesia untuk Kebijakan Akademik (KIKA), Dr. Herlambang P Wiratraman, menilai dunia akademik saat ini memiliki banyak tantangan dan rintangan. Para peneliti maupun periset belum sepenuhnya mendapatkan kebebasan akademik. Terlebih muncul sentimen anti-sains dalam rangka menjaga status quo.

“Dunia akademik itu sering ‘diserang’. Represinya terus-terus terjadi. Anti sains di Indonesia itu menguat dalam konteks pemberitaan sekarang, dan sayangnya itu diikuti dengan tekanan-tekanan terhadap kebebasan akademik,” kata Herlambang dalam sebuah diskusi daring, Kamis (27/10/2022).

Herlambang menjelaskan, sains bersifat dialektik. Ketika sains mengkontekstualkan situasi sosial dan konteks produksi pengetahuan, ia tidak bisa dibilang salah atau kurang objektif. Sains merupakan proses dialektik yang terjadi dalam keseharian.



Baca Juga: Upaya Universitas di Suriah Bangkit di Tengah Kecamuk Perang Saudara



"Tetap ketika sains belakangan masuk ke fase akumulasi modal, akumulasi kapital, kepentingan politik penguasa. Di mana peran-peran dari sains diperlukan sebagai alat produksi dan kontrol sosial. Dalam konteks itu, kita melihat sains sangat berelasi dengan kuasa yang dominan,” ujar Dosen Fakultas Hukum UGM itu.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
sains akademisi kebebasan akademik
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya