Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home global news detail berita

Upaya Universitas di Suriah Bangkit di Tengah Kecamuk Perang Saudara

Muhajirin Senin, 24 Januari 2022 - 09:12 WIB
Upaya Universitas di Suriah Bangkit di Tengah Kecamuk Perang Saudara
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Sudah 10 tahun lebih perang saudara terjadi di Suriah. Setengah penduduk Suriah terpaksa meninggalkan rumah mereka. Sistem pendidikan tinggi pun ikut amburadul.

Universitas-universitas berupaya bangkit di tengah kecamuk perang saudara, termasuk Universitas di Suriah yang kini menghadapi segudang tantangan. Bangunan dan ruangan kelas tak layak, kurikulum ketinggalan zaman, staf pengajar tak memenuhi syarat, tidak ada sumber daya penelitian dan kebebasan akademik, ketidakamanan, hingga kekurangan dana.

Sulaiman Mouselli, seorang profesor keuangan di Universitas Internasional Arab di Daraa, di Suriah selatan, mencatat, meski ada konflik, jumlah mahasiswa di Suriah pada 2017 mencapai setengah juta orang, 8.800 anggota staf akademik termasuk administrator.

“Tantangan akibat perang banyak sekali baik di universitas negeri maupun swasta. Mulai dari digitalisasi infrastruktur yang lemah, kualitas pendidikan yang rendah, metode pengajaran yang ketinggalan zaman, kurangnya keterampilan digital, menguras otak staf akademik karena pendapatan rendah, dan ketidakstabilan dan pendanaan yang buruk," kata Mouselli, dikutip laman al-fanarmedia, Senin (24/1/2022).

Situasi itu memaksa banyak pelajar mencoba mengejar ketertinggalan dengan belajar mandiri dan kursus online gratis.

“Situasi yang memburuk memaksa banyak siswa untuk mencoba mengejar ketinggalan dan belajar sendiri melalui sumber terbuka dan kursus online gratis,” tambah Mouselli.

Sekolah dan Universitas Jadi Sasaran Konflik

Nahed Ghazzoul, asisten profesor linguistik di Universitas Paris Nanterre, mengatakan, sekolah dan universitas menjadi sasaran secara sistematis oleh semua pihak yang berkonflik, baik pihak pemerintah maupun oposisi.

“Generasi perang tidak memiliki sekolah, guru, atau peralatan apa pun untuk proses pendidikan. Pasti mereka tidak bisa masuk universitas,” kata Nahed.

Para generasi muda bukan hanya berada di tempat tak aman, orang tua juga melarang mereka datang ke sekolah. Ini alasan logis. Namun justru, anak-anak tak berpendidikan itu menjadi sasaran empuk perekrutan dari kedua belah pihak yang berkonflik.

Menurut angka PBB, seluruh generasi anak-anak Suriah antara usia 6 dan 10 benar-benar buta huruf. Selain itu, rintangan utama lain adalah siswa yang berhasil mencapai sekolah menengah mendapat ijazah oleh otoritas lokal yang tak diakui universitas.

“Kurangnya pengakuan merupakan hambatan besar bagi pendidikan tinggi karena membuat siswa tidak termotivasi untuk melanjutkan pendidikan mereka,” kata Ghazzoul.

Satu sisi, kata Ghazzoul, sekitar 5.000 guru akan berhenti mengajar karena mereka belum menerima gaji selama lebih dari setahun. “Itu berarti lebih dari 450.000 siswa akan tetap tanpa pendidikan di semua tingkatan.”

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)