Meski Rusia Awalnya Dukung, Gorbachev: Invasi AS-NATO di Afghanistan Gagal Sejak Awal
Dwitisya Rizky Desindatika
Rabu, 18 Agustus 2021 - 02:02 WIB
Ilustrasi perang AS di Afghanistan (foto: the nation)
Invasi militer Amerika Serikat (AS) dan NATO ke Afghanistan diklaim gagal sejak awal. Hal tersebut ditegaskan pemimpin yang mengawasi penarikan pasukan Uni Soviet dari Afghanistan 1989 lalu, Mikhail Gorbachev.
Mantan presiden Uni Soviet yang kini berusia 90 tahun itu, Kamis (12/8/2021), menganggap keberadaan Soviet di Afghanistan sebagai kesalahan politik yang menguras sumber daya berharga. Terlebih saat itu negaranya menghadapi senjakala eksistensinya sendiri.
Baca Juga:Termasuk Duta Besar, India Evakuasi 170 Warganya dari Afghanistan
Pemerintah dukungan Soviet di Afghanistan bertahan selama tiga tahun hingga akhirnya Moskow menarik pasukannya. Namun, tidak pernah pulih dari keputusan Rusia yang memangkas bantuan kepada mereka setelah Soviet runtuh pada Januari 1992. Pemerintah Afghanistan pun jatuh di tahun yang sama.
Seperti dikutip kantor berita Rusia RIA, Gorbachev mengatakan NATO dan AS tidak punya peluang untuk berhasil di Afghanistan. Bahkan, salah menangani keberadaan mereka sendiri di sana.
"Mereka (NATO dan AS) harus mengakui kegagalan mereka sebelumnya. Hal yang penting sekarang adalah mengambil pelajaran dari apa yang terjadi dan memastikan kesalahan yang sama tidak terulang," kata Gorbachev kepada RIA.
Baca Juga:Taliban Ambil Alih Istana, Presiden Ashraf Ghani Melarikan Diri
Mantan presiden Uni Soviet yang kini berusia 90 tahun itu, Kamis (12/8/2021), menganggap keberadaan Soviet di Afghanistan sebagai kesalahan politik yang menguras sumber daya berharga. Terlebih saat itu negaranya menghadapi senjakala eksistensinya sendiri.
Baca Juga:Termasuk Duta Besar, India Evakuasi 170 Warganya dari Afghanistan
Pemerintah dukungan Soviet di Afghanistan bertahan selama tiga tahun hingga akhirnya Moskow menarik pasukannya. Namun, tidak pernah pulih dari keputusan Rusia yang memangkas bantuan kepada mereka setelah Soviet runtuh pada Januari 1992. Pemerintah Afghanistan pun jatuh di tahun yang sama.
Seperti dikutip kantor berita Rusia RIA, Gorbachev mengatakan NATO dan AS tidak punya peluang untuk berhasil di Afghanistan. Bahkan, salah menangani keberadaan mereka sendiri di sana.
"Mereka (NATO dan AS) harus mengakui kegagalan mereka sebelumnya. Hal yang penting sekarang adalah mengambil pelajaran dari apa yang terjadi dan memastikan kesalahan yang sama tidak terulang," kata Gorbachev kepada RIA.
Baca Juga:Taliban Ambil Alih Istana, Presiden Ashraf Ghani Melarikan Diri