Mahfud: Sistem Demokrasi di Indonesia Valid, Tak Perlu Diperdebatkan
Ummu hani
Senin, 31 Oktober 2022 - 14:03 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD. (Foto: Istimewa)
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD berbicara mengenai sistem demokrasi Pancasila yang masih saja diperdebatkan. Dia menilai ketetapan demokrasi di Indonesia valid dan sudah ada sejak awal kemerdekaan.
"Demokrasi di Indonesia tidak perlu dipertanyakan dan diperdebatkan lagi relevansinya. Ada yang bilang demokrasi itu kebablasan, demokrasi itu jelek. Itu sejak dulu ada dari tahun 45' sampai sekarang," kata Mahfud dalam acara Forum Rektor Indonesia dikutip dari kanal YouTube Universitas Airlangga, Senin (31/10/2022).
Mahfud mengaku kerap menerima perkataan sistem demokrasi tidak cocok di Indonesia. Bahkan, ada yang menyampaikan jika ideologi Pancasila gagal dan perlu diganti.
"Ada yang bilang misalnya kita tidak cocok demokrasi. Ada yang berkata kepada saya negara Pancasila sudah gagal harus diganti ideologinya. Saya tanya dia menjawab Indonesia harus diganti khilafah," ucap Mahfud.
Baca Juga:Guru Besar Paramadina Sebut Demokrasi Bukan Milik Elite
Menurut Mahfud penggantian ideologi tak menjamin tatanan negara lebih baik. Tak ada juga bukti khilafah bagus dan aman untuk diterapkan.
"Di semua negara itu cacat demokrasi pasti ada, di khilafah pun tidak ada bukti khilafah itu bagus. Apakah kalau di negara Islam lalu masih terjadi kejahatan, terjadi kudeta, dan macam-macam lalu Al-Qur'annya harus diganti? Tidak," ujarnya.
"Demokrasi di Indonesia tidak perlu dipertanyakan dan diperdebatkan lagi relevansinya. Ada yang bilang demokrasi itu kebablasan, demokrasi itu jelek. Itu sejak dulu ada dari tahun 45' sampai sekarang," kata Mahfud dalam acara Forum Rektor Indonesia dikutip dari kanal YouTube Universitas Airlangga, Senin (31/10/2022).
Mahfud mengaku kerap menerima perkataan sistem demokrasi tidak cocok di Indonesia. Bahkan, ada yang menyampaikan jika ideologi Pancasila gagal dan perlu diganti.
"Ada yang bilang misalnya kita tidak cocok demokrasi. Ada yang berkata kepada saya negara Pancasila sudah gagal harus diganti ideologinya. Saya tanya dia menjawab Indonesia harus diganti khilafah," ucap Mahfud.
Baca Juga:Guru Besar Paramadina Sebut Demokrasi Bukan Milik Elite
Menurut Mahfud penggantian ideologi tak menjamin tatanan negara lebih baik. Tak ada juga bukti khilafah bagus dan aman untuk diterapkan.
"Di semua negara itu cacat demokrasi pasti ada, di khilafah pun tidak ada bukti khilafah itu bagus. Apakah kalau di negara Islam lalu masih terjadi kejahatan, terjadi kudeta, dan macam-macam lalu Al-Qur'annya harus diganti? Tidak," ujarnya.