Ustaz Akmal: Investasi Utama kepada Anak adalah Kepercayaan
Andi Muhammad
Selasa, 01 November 2022 - 08:00 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Investasi paling utama kepada anak adalah kepercayaan. Karena dalam kepercayaan timbul sebuah kedekatan yang membuat hubungan orang tua dengan anak menjadi sangat erat.
Hal tersebut disampaikan Ketua Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Pusat, Ustaz Akmal Sjafril dalam dalam kajian Ngaso secara virtual bertema 'Tantangan Rumah Tangga Masa Kini: Membentuk Benteng Terkuat dalam Menghadapi Problematika Kontemporer', Senin (31/10/2022) malam.
"Jangan sampai ada sesuatu pun yang merusak kedekatan kita kepada anak, harus kita yang paling dekat dengan anak-anak kita," ujar Ustaz Akmal.
Baca Juga:3 Cara Pikir Positif Para Moms Jalani Peran dengan Nyaman
Lebih lanjut, ia menjelaskan, anak lahir dengan keadaan percaya kepada orang tua. Bahkan sejak baru lahir buah hati pun mampu mengenal siapa orang tuanya meski masih dalam keadaan belum bisa melihat.
"Dari mana? dari mencium baunya, mencium wangi tubuhnya sudah tahu ini ibu saya, ini tidak tahu siapa perawat atau siapa dia tahu siapa ibunya. Kemudian dia bisa mendengar, dia tahu suara ayahnya," kata dia.
Itu merupakan fitrah, lanjut dia, anak lahir dalam keadaan percaya kepada orang tuanya bukan kepada yang lain. Oleh karena itu, orang tua harus menjalin komunikasi yang intens, tidak boleh lalai, dan harus menjalin hubungan yang baik dengan anak.
Hal tersebut disampaikan Ketua Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Pusat, Ustaz Akmal Sjafril dalam dalam kajian Ngaso secara virtual bertema 'Tantangan Rumah Tangga Masa Kini: Membentuk Benteng Terkuat dalam Menghadapi Problematika Kontemporer', Senin (31/10/2022) malam.
"Jangan sampai ada sesuatu pun yang merusak kedekatan kita kepada anak, harus kita yang paling dekat dengan anak-anak kita," ujar Ustaz Akmal.
Baca Juga:3 Cara Pikir Positif Para Moms Jalani Peran dengan Nyaman
Lebih lanjut, ia menjelaskan, anak lahir dengan keadaan percaya kepada orang tua. Bahkan sejak baru lahir buah hati pun mampu mengenal siapa orang tuanya meski masih dalam keadaan belum bisa melihat.
"Dari mana? dari mencium baunya, mencium wangi tubuhnya sudah tahu ini ibu saya, ini tidak tahu siapa perawat atau siapa dia tahu siapa ibunya. Kemudian dia bisa mendengar, dia tahu suara ayahnya," kata dia.
Itu merupakan fitrah, lanjut dia, anak lahir dalam keadaan percaya kepada orang tuanya bukan kepada yang lain. Oleh karena itu, orang tua harus menjalin komunikasi yang intens, tidak boleh lalai, dan harus menjalin hubungan yang baik dengan anak.