7 Adab Menuntut Ilmu, Ustaz Abdul Somad: Niat Paling Utama
Andi Muhammad
Selasa, 01 November 2022 - 12:00 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Ilmu menjadi salah satu kunci dari kebaikan serta pengetahuan, karena ilmu sebagai jalan bagi umat Islam untuk menunaikan segala perintah Allah Ta'ala. Menuntut ilmu wajib bagi muslim dan muslimin, termasuk memahami adab menuntut ilmu.
Pendakwah Ustaz Abdul Somad (UAS) menjelaskan tujuh adab menuntut ilmu Pertama niat, saat akan menuntut ilmu maka niat menjadi penting. Karena segala perbuatan tergantung pada niatnya.
"Jadi dimana letak niat, maka letak niat itu adalah di dalam hati, berawal dari niat baik karena segala perbuatan dinilai dengan niat baik," kata UAS dalam tayangan Youtube Ustadz Abdul Somad Official, dikutip Selasa (1/11/2022).
Kedua, mencari ilmu itu untuk diamalkan. Menurut UAS hal ini karena ada sebagian orang yang mencari ilmu bukan untuk diamalkan, akan tetapi hanya untuk dikagumi. "Mencari ilmu untuk diamalkan karena amal yang tidak didasari ilmu tak diterima Allah Ta'ala," tuturnya.
Baca Juga:Efek Buruk Minum Sambil Berdiri, Waspadai Gangguan Ginjal
Menurut dia, betapa orang yang niatnya baik kalau tidak tidak berilmu ternyata amalnya tidak betul, maka tujuan seseorang mengaji adalah mencari ilmu. "Mencari ilmu ini ada batasnya dan batas mencari ilmu adalah liang lahad," ujar UAS.
Ketiga, terus menerus meski sedikit. Menurut UAS lebih baik beramal sedikit tetapi terus menerus daripada amal banyak akan tetapi hanya sekali. "Ini menjadi adab menuntut ilmu, karena jika tidak begitu orang tidak akan beramal dan asyik dengan ilmunya saja," ujarnya.
Pendakwah Ustaz Abdul Somad (UAS) menjelaskan tujuh adab menuntut ilmu Pertama niat, saat akan menuntut ilmu maka niat menjadi penting. Karena segala perbuatan tergantung pada niatnya.
"Jadi dimana letak niat, maka letak niat itu adalah di dalam hati, berawal dari niat baik karena segala perbuatan dinilai dengan niat baik," kata UAS dalam tayangan Youtube Ustadz Abdul Somad Official, dikutip Selasa (1/11/2022).
Kedua, mencari ilmu itu untuk diamalkan. Menurut UAS hal ini karena ada sebagian orang yang mencari ilmu bukan untuk diamalkan, akan tetapi hanya untuk dikagumi. "Mencari ilmu untuk diamalkan karena amal yang tidak didasari ilmu tak diterima Allah Ta'ala," tuturnya.
Baca Juga:Efek Buruk Minum Sambil Berdiri, Waspadai Gangguan Ginjal
Menurut dia, betapa orang yang niatnya baik kalau tidak tidak berilmu ternyata amalnya tidak betul, maka tujuan seseorang mengaji adalah mencari ilmu. "Mencari ilmu ini ada batasnya dan batas mencari ilmu adalah liang lahad," ujar UAS.
Ketiga, terus menerus meski sedikit. Menurut UAS lebih baik beramal sedikit tetapi terus menerus daripada amal banyak akan tetapi hanya sekali. "Ini menjadi adab menuntut ilmu, karena jika tidak begitu orang tidak akan beramal dan asyik dengan ilmunya saja," ujarnya.