Penjelasan Ustaz Khalid soal Waktu Mustajab Berdoa di Hari Jumat
Andi Muhammad
Jum'at, 04 November 2022 - 13:15 WIB
Penjelasan Ustaz Khalid soal Waktu Mustajab Berdoa di Hari Jumat. Foto: Istimewa.
Berdoa adalah cara komunikasi seorang muslim kepada Allah SWT. Dengan berdoa kita memanjatkan sesuatu berupa keinginan yang disampaikan dengan niat Sang Pencipta menjabah. Ada dua waktu yang sangat mustajab untuk berdoa di hari Jumat.
Pendakwah Ustaz Khalid Basalamah mengatakan, dua waktu mustajab itu merupakan keterangan dari baginda Nabi Muhammad SAW. Berdasarkan hadis, yang pertama yakni ketika khatib duduk di khutbah dan sebelum dimulainya salat.
"Riwayat Imam Muslim kata Nabi SAW ada waktu pasti dijabah doa seorang muslim, dan itu berada di antara khatib lagi duduk di khutbah sampai di iqamahkan salat," kata Ustaz Khalid dalam ceramahnya dikutip di kanal Khalid Basalamah Official, Jumat (4/11/2022).
Baca Juga:Wamenag: Masjid Ramah Lingkungan Sudah Ada Sejak Era Rasulullah
Berikut sabda Rasulullah SAW berdasarkan hadis riwayat Muslim nomor 852 dan Bukhari 953:
فِيهِ سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ ، وَهْوَ قَائِمٌ يُصَلِّى ، يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ
Artinya: “Di hari Jum’at terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim yang ia berdiri melaksanakan shalat lantas ia memanjatkan suatu do’a pada Allah bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberi apa yang ia minta.”
Pendakwah Ustaz Khalid Basalamah mengatakan, dua waktu mustajab itu merupakan keterangan dari baginda Nabi Muhammad SAW. Berdasarkan hadis, yang pertama yakni ketika khatib duduk di khutbah dan sebelum dimulainya salat.
"Riwayat Imam Muslim kata Nabi SAW ada waktu pasti dijabah doa seorang muslim, dan itu berada di antara khatib lagi duduk di khutbah sampai di iqamahkan salat," kata Ustaz Khalid dalam ceramahnya dikutip di kanal Khalid Basalamah Official, Jumat (4/11/2022).
Baca Juga:Wamenag: Masjid Ramah Lingkungan Sudah Ada Sejak Era Rasulullah
Berikut sabda Rasulullah SAW berdasarkan hadis riwayat Muslim nomor 852 dan Bukhari 953:
فِيهِ سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ ، وَهْوَ قَائِمٌ يُصَلِّى ، يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ
Artinya: “Di hari Jum’at terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim yang ia berdiri melaksanakan shalat lantas ia memanjatkan suatu do’a pada Allah bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberi apa yang ia minta.”