home sosok muslim

Dr Ahmad Musyaddad, Penerjemah Masjidil Haram Asal Lombok

Rabu, 07 Juli 2021 - 10:00 WIB
Dr Ahmad Musyaddad bersama Imam Besar Masjidil Haram Syaikh Abdurrahman As-Sudais (Sumber: reasahalharamain)
Jika anda pernah berhaji atau umrah lalu mendengarkan khutbah, anda bisa mendengar terjemahannya dalam bahasa Indonesia di frekuensi radio 9050 FM. Kemungkinan suara penerjemah yang anda dengar adalah suara dari Dr Ahmad Musyaddad, penerjemah bahasa Indonesia di Masjidil Haram.

Dr Ahmad Musyaddad adalah 1 dari 5 orang tim penerjemah bahasa Indonesia di dua Kota Suci Makkah dan Madinah. Keahliannya dalam tata Bahasa Arab sekaligus tata Bahasa Indonesia yang baik dan benar, membuatnya terpilih menjadi penerjemah Masjidil Haram dari ratusan kandidat yang ada.

Kepada LANGIT7.ID , Dr Ahmad Musyaddad menceritakan bahwa ia mengikuti seleksi menjadi Penerjemah Masjidil Haram pada tahun 2014 saat sedang menempuh Studi S3 di Universitas Ibnu Khaldun Bogor.

"Saat itu kandidat yang mengikuti seleksi tidak hanya dari Indonesia tapi juga Malaysia, Brunei hingga para alumni Al Azhar yang ada di luar negeri datang ke LIPIA (Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab) di Jakarta," kata Dr Ahmad Musyaddad, Selasa (6/7/2021).

Menurutnya, lolosnya dia sebagai Penerjemah Masjidil Haram adalah anugerah dari Allah. Sebab ia belum mempersiapkan diri sama sekali, bahkan ia terpaksa meminta kepada panitia agar jadwal seleksinya dimajukan sebab ia terjadwal harus khutbah di Bogor.

"Justru ini yang menambah poin plus saya dibandingkan kandidat lain. Penguji menanyakan apakah anda terbiasa berkhutbah? Ini pertanyaan yang biasa bagi kita. Tapi bagi orang Saudi luar biasa, sebab disana khotib benar-benar diseleksi. Lalu saya jawab sudah terbiasa berkhutbah karena kan di sini. Akhirnya kemudian diverifikasi berkas saya," tutur Pria asal Lombok Nusa Tenggara Barat ini.

Namun tak hanya itu, kemampuan berbahasa Arab Ahmad Musyaddad telah ditempa sejak Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren Nurul Hakim Lombok Barat. Kendati belum pernah mengenyam pendidikan langsung di Timur Tengah, ia diajar langsung oleh dosen dari Timur Tengah saat berkuliah di LIPIA. Dan sempat juga mengajar menjadi Dosen Bahasa Arab di Ma'had Aly Ar-Royah Sukabumi, yang cukup masyhur di Arab Saudi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
masjidil haram penerjemah masjidil haram imam masjidil haram
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya