BPOM Izinkan Penggunaan Darurat Vaksin IndoVac untuk Booster
Ummu hani
Jum'at, 04 November 2022 - 22:00 WIB
Ilustrasi vaksinasi dosis ketiga atau booster. (Foto: Langit7.id/iStock)
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan izin edar darurat (Emergency Use Authorization atauEUA) untuk vaksin IndoVac sebagai dosis penguat (booster). Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Kepala BPOM Penny Lukito.
"Jadi, izin vaksin IndoVac booster-nya sudah kami keluarkan kemarin. BPOM dudah setujui, dan langsung diinfokan ke Pak Menteri BUMN," kata Penny dalam konferensi pers daring di kanal YouTube BPOM, Jumat (4/11/2022).
BPOM memastikan PT Bio Farma selaku perusahaan yang memproduksi IndoVacsudah mendapatkan informasi terbitnya izin edar tersebut.
"Namun mungkin belum ada siaran pers karena baru kemarin. Ini semacam siaran pers bahwa vaksin IndoVac memang booster-nya sudah dikeluarkan dan sudah terinfokan PT Bio Farma-nya," ucap Penny.
Baca Juga:Luncurkan IndoVac, Jokowi Dorong Kemandirian Vaksin Dalam Negeri
Sebagai informasi, IndoVac awalnya hanya digunakan untuk vaksinasi primer. IndoVac diberikan dalam dua dosis suntikan atau 25 μg (mikrogram) per dosis dengan interval 28 hari.
IndoVac dikembangkan oleh PT Bio Farma bekerja sama dengan Baylor College of Medicine, USA. IndoVac merupakan vaksin Covid-19 yang dikembangkan dengan kandungan zat aktif rekombinan Receptor-Binding Domain (RBD) protein S virus SARS-Cov-2, platform rekombinan protein sub-unit.
"Jadi, izin vaksin IndoVac booster-nya sudah kami keluarkan kemarin. BPOM dudah setujui, dan langsung diinfokan ke Pak Menteri BUMN," kata Penny dalam konferensi pers daring di kanal YouTube BPOM, Jumat (4/11/2022).
BPOM memastikan PT Bio Farma selaku perusahaan yang memproduksi IndoVacsudah mendapatkan informasi terbitnya izin edar tersebut.
"Namun mungkin belum ada siaran pers karena baru kemarin. Ini semacam siaran pers bahwa vaksin IndoVac memang booster-nya sudah dikeluarkan dan sudah terinfokan PT Bio Farma-nya," ucap Penny.
Baca Juga:Luncurkan IndoVac, Jokowi Dorong Kemandirian Vaksin Dalam Negeri
Sebagai informasi, IndoVac awalnya hanya digunakan untuk vaksinasi primer. IndoVac diberikan dalam dua dosis suntikan atau 25 μg (mikrogram) per dosis dengan interval 28 hari.
IndoVac dikembangkan oleh PT Bio Farma bekerja sama dengan Baylor College of Medicine, USA. IndoVac merupakan vaksin Covid-19 yang dikembangkan dengan kandungan zat aktif rekombinan Receptor-Binding Domain (RBD) protein S virus SARS-Cov-2, platform rekombinan protein sub-unit.