Malam Mangayubagyo jadi Sarana Hiburan Sekaligus Syiar Muktamar Muhammadiyah
Fajar adhitya
Jum'at, 04 November 2022 - 22:43 WIB
ilustrasi
Muktamar ke-48 Muhammadiyah akan berlangsung di Solo, Jawa Tengah pada 18-20 November 2022. Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi salah satu venue berlangsungnya muktamar.
Salah satu agenda Muktamar ke-48 Muhammadiyah di UMS adalah Malam Mangayubagyo. Rektor UMS yang juga merupakan Ketua Panitia Penerima Muktamar 48, Sofyan Anis menyebut Malam Mangayubagyo diharapkan menjadi sarana hiburan bagi penggembira.
“Antusiasme penggembira itu uniknya tidak diundang datang sendiri, tidak disuruh pulang juga pulang sendiri, tetapi kewajiban kita sebagai tuan rumah melayani tamu sebaik mungkin terutama menyangkut akomodasi dan penginapan yang terus kita lakukan, ” ujar Sofyan dalam Press Conference Muktamar 48 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah pada Jum’at (4/11/22).
Baca juga:Forum Perdamaian Dunia ke-8 Digelar Sebelum Muktamar Muhammadiyah
Salah satu upaya yang dilakukan Panitia Penerima Muktamar 48 adalah bagaimana menggembirakan penggembira. Hal ini karena dipastikan bahwa tidak mungkin semua penggembira dapat memasuki Stadion Manahan yang jadi episentrum muktamar.
“Stadion Manahan kapasitas maksimalnya adalah 20 ribu, tidak akan mungkin semua dapat masuk, setelah dilakukan identifikasi penggembira hanya kebagian masuk sebesar dua ribu saja,” kata Sofyan.
Salah satu agenda Muktamar ke-48 Muhammadiyah di UMS adalah Malam Mangayubagyo. Rektor UMS yang juga merupakan Ketua Panitia Penerima Muktamar 48, Sofyan Anis menyebut Malam Mangayubagyo diharapkan menjadi sarana hiburan bagi penggembira.
“Antusiasme penggembira itu uniknya tidak diundang datang sendiri, tidak disuruh pulang juga pulang sendiri, tetapi kewajiban kita sebagai tuan rumah melayani tamu sebaik mungkin terutama menyangkut akomodasi dan penginapan yang terus kita lakukan, ” ujar Sofyan dalam Press Conference Muktamar 48 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah pada Jum’at (4/11/22).
Baca juga:Forum Perdamaian Dunia ke-8 Digelar Sebelum Muktamar Muhammadiyah
Salah satu upaya yang dilakukan Panitia Penerima Muktamar 48 adalah bagaimana menggembirakan penggembira. Hal ini karena dipastikan bahwa tidak mungkin semua penggembira dapat memasuki Stadion Manahan yang jadi episentrum muktamar.
“Stadion Manahan kapasitas maksimalnya adalah 20 ribu, tidak akan mungkin semua dapat masuk, setelah dilakukan identifikasi penggembira hanya kebagian masuk sebesar dua ribu saja,” kata Sofyan.