Elon Musk Akuisisi Twitter, Begini Respons Joe Biden
Ummu hani
Sabtu, 05 November 2022 - 22:15 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. (Foto: Istimewa)
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden angkat suara terkait pembelian Twitter yang dilakukan Elon Musk. Biden menganggap CEO SpaceX itu membeli platform media sosial yang melontarkan kebohongan ke seluruh dunia.
Penyataan Biden muncul setelah Elon Musk melakukan pemberhentian atau PHK massal terhadap karyawan Twitter. Termasuk tim yang bertanggung jawab mencegah penyebaran informasi salah.
"Dan sekarang apa yang kita semua khawatirkan adalah Elon Musk membeli bisnis yang menyebarkan kebohongan di seluruh dunia. Tidak ada editor lagi di AS. Bagaimana caranya kami berharap anak-anak dapat memahami apa yang dipertaruhkan," kata Biden dilansir dari Reuters, Sabtu (5/11/2022).
Baca Juga:Eks Karyawan Twitter Gugat Elon Musk Terkait PHK Massal
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karine Jean-Pierre mengatakan, Biden tegaskan tentang perlunya mengurangi ujaran kebencian dan informasi yang salah. "Keyakinan itu meluas ke Twitter, meluas ke Facebook dan platform media sosial lainnya di mana pengguna dapat menyebarkan informasi yang salah," ujar Jean.
Sebelum berita akuisisi beredar, Musk telah berjanji akan memulihkan kebebasan berbicara di Twitter. Musk juga akan mencegah Twitter menjadi platform penuh kebohongan.
Seperti diketahui, Elon Musk akhirnya mengakuisisi Twitter senilai 44 milliar dollar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp684 triliun.Proses akuisis sekaligus mengakhiri drama yang terjadi selama enam bulan, di mana Musk sempat mengurungkan niatnya membeli platformberlogo burung biru tersebut.
Penyataan Biden muncul setelah Elon Musk melakukan pemberhentian atau PHK massal terhadap karyawan Twitter. Termasuk tim yang bertanggung jawab mencegah penyebaran informasi salah.
"Dan sekarang apa yang kita semua khawatirkan adalah Elon Musk membeli bisnis yang menyebarkan kebohongan di seluruh dunia. Tidak ada editor lagi di AS. Bagaimana caranya kami berharap anak-anak dapat memahami apa yang dipertaruhkan," kata Biden dilansir dari Reuters, Sabtu (5/11/2022).
Baca Juga:Eks Karyawan Twitter Gugat Elon Musk Terkait PHK Massal
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karine Jean-Pierre mengatakan, Biden tegaskan tentang perlunya mengurangi ujaran kebencian dan informasi yang salah. "Keyakinan itu meluas ke Twitter, meluas ke Facebook dan platform media sosial lainnya di mana pengguna dapat menyebarkan informasi yang salah," ujar Jean.
Sebelum berita akuisisi beredar, Musk telah berjanji akan memulihkan kebebasan berbicara di Twitter. Musk juga akan mencegah Twitter menjadi platform penuh kebohongan.
Seperti diketahui, Elon Musk akhirnya mengakuisisi Twitter senilai 44 milliar dollar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp684 triliun.Proses akuisis sekaligus mengakhiri drama yang terjadi selama enam bulan, di mana Musk sempat mengurungkan niatnya membeli platformberlogo burung biru tersebut.