Allah Beri Fitrah dalam Hati Manusia Meski Kerap Berbuat Dosa
Andi Muhammad
Senin, 07 November 2022 - 16:15 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Kendati sebagai makhluk yang sempurna, setiap manusia pasti pernah berbuat salah dan berdosa. Meski demikian, perbuatan tersebut disebabkan oleh manusia sendiri lantaran lalai dalam menegakkan ketentuan Allah.
Pendakwah Ustaz Adi Hidayat atau yang akrab disapa UAH mengatakan, setiap manusia lahir dengan memiliki fitrah di dalam jiwanya. Artinya memiliki kecendurangan sifat baik dan menerima kebenaran di dalam lubuk hatinya.
"Berbuat maksiat sudah otomatis menyalahkan ketentuan Allah, tidak boleh mencuri, tidak boleh korupsi, tidak boleh berbohong. Makanya ketika melakukan hatinya menolak," kata UAH dikutip di kanal Adi Hidayat Official, Senin (7/11/2022).
Baca Juga:Selain NU, Organisasi Kristiani Ikut Jalan Sehat Muhammadiyah
Pendiri pusat kajian Islam Quantum Akhyar Institute ini menyinggung surat Al-Syams ayat 7-10. Pada surat tersebut terdapat korelasi dengan fitrah yang dimiliki oleh setiap manusia sejak lahir. Allah berfirman:
وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا . فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا . قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا . وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا (10)
Artinya: Demi jiwa dan penyempurnaan (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
Pendakwah Ustaz Adi Hidayat atau yang akrab disapa UAH mengatakan, setiap manusia lahir dengan memiliki fitrah di dalam jiwanya. Artinya memiliki kecendurangan sifat baik dan menerima kebenaran di dalam lubuk hatinya.
"Berbuat maksiat sudah otomatis menyalahkan ketentuan Allah, tidak boleh mencuri, tidak boleh korupsi, tidak boleh berbohong. Makanya ketika melakukan hatinya menolak," kata UAH dikutip di kanal Adi Hidayat Official, Senin (7/11/2022).
Baca Juga:Selain NU, Organisasi Kristiani Ikut Jalan Sehat Muhammadiyah
Pendiri pusat kajian Islam Quantum Akhyar Institute ini menyinggung surat Al-Syams ayat 7-10. Pada surat tersebut terdapat korelasi dengan fitrah yang dimiliki oleh setiap manusia sejak lahir. Allah berfirman:
وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا . فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا . قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا . وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا (10)
Artinya: Demi jiwa dan penyempurnaan (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.