Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 29 Oktober 2026
home masjid detail berita

Allah Beri Fitrah dalam Hati Manusia Meski Kerap Berbuat Dosa

Andi Muhammad Senin, 07 November 2022 - 16:15 WIB
Allah Beri Fitrah dalam Hati Manusia Meski Kerap Berbuat Dosa
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Kendati sebagai makhluk yang sempurna, setiap manusia pasti pernah berbuat salah dan berdosa. Meski demikian, perbuatan tersebut disebabkan oleh manusia sendiri lantaran lalai dalam menegakkan ketentuan Allah.

Pendakwah Ustaz Adi Hidayat atau yang akrab disapa UAH mengatakan, setiap manusia lahir dengan memiliki fitrah di dalam jiwanya. Artinya memiliki kecendurangan sifat baik dan menerima kebenaran di dalam lubuk hatinya.

"Berbuat maksiat sudah otomatis menyalahkan ketentuan Allah, tidak boleh mencuri, tidak boleh korupsi, tidak boleh berbohong. Makanya ketika melakukan hatinya menolak," kata UAH dikutip di kanal Adi Hidayat Official, Senin (7/11/2022).

Baca Juga: Selain NU, Organisasi Kristiani Ikut Jalan Sehat Muhammadiyah

Pendiri pusat kajian Islam Quantum Akhyar Institute ini menyinggung surat Al-Syams ayat 7-10. Pada surat tersebut terdapat korelasi dengan fitrah yang dimiliki oleh setiap manusia sejak lahir. Allah berfirman:

وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا . فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا . قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا . وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا (10)

Artinya: Demi jiwa dan penyempurnaan (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.

"Dan jiwa takwa ini yang selalu mendorong kita kepada kebaikan, kejujuran, kesabaran, dan menolak keburukan-keburukan. Karena itu kalau ada seseorang berkata yang tidak benar atau berdusta, hati kecilnya pasti menolak," jelasnya.

Maka dari itu, lanjutnya, fitrah yang tertanam di dalam diri manusia itu akan membuat setiap manusia merasakan bersalah bila mekakuan hal yang tidak benar atau menyimpang. Perbuatan seperti itulah yang membuat manusia tidak tenang dalam hidupnya.

"Misal ada orang yang korupsi berbuat hal yang tidak bagus, hatinya pasti menolak, ada gejolak dalam hatinya. Itulah yang membuat dirinya tidak tenang," ujar UAH.

Baca Juga: Yudi Latif: Pancasila Jelmaan Piagam Madinah, Muat Inti Moral Publik

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 29 Oktober 2026
Imsak
04:00
Shubuh
04:10
Dhuhur
11:40
Ashar
14:53
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan