Hukum Salat Gerhana dan Anjurannya di Dalam Al Quran
Ummu hani
Selasa, 08 November 2022 - 16:45 WIB
Ilustrasi salat gerhana bulan. (Foto: Antaranews).
Hukum salat gerhana bulan merupakan sunnah muakkadah. Namun Allah SWT berfirman dalam Al Quran mengenai perintah salat saat terjadi fenomena tersebut.
Melansir dari laman Majelis Ulama Indonesia (MUI) gerhana bulan disebut Khusuf al-Qamar. Ibadah tersebut bisa dilaksanakan sesuai salat Maghrib.
Puncak gerhana bulan diperkirakan terjadi pada Selasa (8/11/2022) sore, sekitar pukul 18.00 WIB, 19.00 WITA dan 20.00 WIT.
Adapun perintah salat gerhana dalam Al Quran disebutkan dalam surat Fussilat (47) ayat 37:
وَمِنْ اٰيٰتِهِ الَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُۗ لَا تَسْجُدُوْا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوْا لِلّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَهُنَّ اِنْ كُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ
Artinya: "Sebagian dari tanda-tanda (kebesaran)-Nya adalah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah bersujud pada matahari dan jangan (pula) pada bulan. Bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya jika kamu hanya menyembah kepada-Nya."
Baca Juga: Dampak Gerhana Bulan bagi Kondisi Bumi dan Kehidupan Manusia
Melansir dari laman Majelis Ulama Indonesia (MUI) gerhana bulan disebut Khusuf al-Qamar. Ibadah tersebut bisa dilaksanakan sesuai salat Maghrib.
Puncak gerhana bulan diperkirakan terjadi pada Selasa (8/11/2022) sore, sekitar pukul 18.00 WIB, 19.00 WITA dan 20.00 WIT.
Adapun perintah salat gerhana dalam Al Quran disebutkan dalam surat Fussilat (47) ayat 37:
وَمِنْ اٰيٰتِهِ الَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُۗ لَا تَسْجُدُوْا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوْا لِلّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَهُنَّ اِنْ كُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ
Artinya: "Sebagian dari tanda-tanda (kebesaran)-Nya adalah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah bersujud pada matahari dan jangan (pula) pada bulan. Bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya jika kamu hanya menyembah kepada-Nya."
Baca Juga: Dampak Gerhana Bulan bagi Kondisi Bumi dan Kehidupan Manusia