home global news

Peran Ulama dalam Pertempuran 10 November 1945

Kamis, 10 November 2022 - 16:31 WIB
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)
Tokoh muslim dalam pertempuran 10 November 1945 yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan memiliki peran kuat. Agama dan kebangsaan di dalam dada para pejuang tak dapat dipisahkan.

Kalaitu, gema 'Allahu Akbar!' dari radio menyulut semangat juang rakyat Indonesia. Pada pagi 10 November 1945, suara Soetomo alias Bung Tomo begitu lantang.

Sejatinya, tak ada data riwayat kesantrian Bung Tomo. Namun menurut Martin van Bruinessen, Bung Tomo diketahui meminta nasihat kepada SyeikhKH Hasyim Asy’ari.

Baca Juga:8 Pahlawan Pejuang Kemerdekaan Indonesia dari Kalangan Santri

KehadiranSyeikhKH Hasyim Asy’ari dan banyak tokoh pesantren dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, meninggalkan jejak konkret atas peran ulama dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Fachri Aly, ulama berperan memberikan alasan keagamaan dalam memobilisasi dukungan rakyat terhadap kemerdekaan. "Peran kiai sangat besar, karena yang digunakan adalah simbol-simbol agama," kata Fachri dalam keterangannya dikutip Langit7.id, Kamis (10/11/2022).

Peran SyeikhKH Hasyim Asy’ari dalam Resolusi Jihad
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
ulama pahlawan nasional hari pahlawan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya