Tak Sekadar Diingat, Sejarah Harus jadi Motivasi Majukan Bangsa
Andi Muhammad
Jum'at, 11 November 2022 - 14:15 WIB
Tak Sekadar Diingat, Sejarah Harus jadi Motivasi Majukan Bangsa. Foto: Istimewa.
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Ummat Islam (PUI), KH Nurhasan Zaidi mengatakan, Hari Pahlawan tak hanya sebagai momen untuk mengingat kembali jasa para pahlawan yang berjuang demi kemerdekaan. Melainkan juga sebagai motivasi kepada generasi bangsa untuk membangun dan memajukan bangsa Indonesia lebih baik.
"Supaya kesinambungan perjuangan bangsa ini, umat ini tidak terputus karena spirit sejarah ini jangan dilupakan. Karena Bung Karno sendiri mengatakan 'Jasmerah' jangan lupakan sejarah," kata Nurhasan saat di wawancara Langit7.id, Jumat (11/10/2022).
Dia menuturkan, bahkan Rasulullah SAW berdakwah mensyiarkan agama Islam berdasarkan Al-Qur'an yang sebagian besarnya berisikan tentang semangat perjuangan para Nabi terdahulu.
"Ketika Allah menyampaikan cerita-certia di dalam Al-Qur'an tentang Nabi Adam, Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, itu kan tentang narasi sejarah. Maksudnya agar Nabi Muhammad dan umatnya ke depan mengambil spirit perjuangan tauhid," ujarnya.
Baca Juga:Waketum PBNU: Muhammadiyah Kakak Kandung Kami
Nurhasan menambahkan, setelah diangkat sebagai Nabi, Rasulullah SAW sukses menyelesaikan dakwahnya di Kota Makkah karena kegigihannya dan pantang menyerah. Di sisi lain, peran nasab dan sejarah turut membantu Nabi SAW dalam berdakwah di Kota Makkah.
Hal ini dikarenakan penduduk Kota Makkah memiliki nasab dan sejarah yang sama dengan Rasulullah SAW, yakni memiliki garis keturunan Nabi Ibrahim AS.
"Supaya kesinambungan perjuangan bangsa ini, umat ini tidak terputus karena spirit sejarah ini jangan dilupakan. Karena Bung Karno sendiri mengatakan 'Jasmerah' jangan lupakan sejarah," kata Nurhasan saat di wawancara Langit7.id, Jumat (11/10/2022).
Dia menuturkan, bahkan Rasulullah SAW berdakwah mensyiarkan agama Islam berdasarkan Al-Qur'an yang sebagian besarnya berisikan tentang semangat perjuangan para Nabi terdahulu.
"Ketika Allah menyampaikan cerita-certia di dalam Al-Qur'an tentang Nabi Adam, Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, itu kan tentang narasi sejarah. Maksudnya agar Nabi Muhammad dan umatnya ke depan mengambil spirit perjuangan tauhid," ujarnya.
Baca Juga:Waketum PBNU: Muhammadiyah Kakak Kandung Kami
Nurhasan menambahkan, setelah diangkat sebagai Nabi, Rasulullah SAW sukses menyelesaikan dakwahnya di Kota Makkah karena kegigihannya dan pantang menyerah. Di sisi lain, peran nasab dan sejarah turut membantu Nabi SAW dalam berdakwah di Kota Makkah.
Hal ini dikarenakan penduduk Kota Makkah memiliki nasab dan sejarah yang sama dengan Rasulullah SAW, yakni memiliki garis keturunan Nabi Ibrahim AS.