Cerita Gus Mus Ditegur dan Ditausiahi Orang Ketika Shalat di Terminal
Arif purniawan
Jum'at, 11 November 2022 - 19:24 WIB
KH Musthofa Bisri atau biasa disapa Gus Mus (foto: istimewa)
KH Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus membagikan pengalamannya ketika di tegur saat menunaikan sholat di terminal. Ia ditegur karena cara posisi sembahyang yang dinilai kurang tepat oleh orang lain yang menganggap pendapatnya benar.
“Saya pernah di terminal, sembahyang, pundak saya diginikan (agak digeser), katanya kurang ke sini. Saya di pidatoni, saya ini lho di tausiahi, sampeyan mesti ketawa. Gus Mus ditausiahi, nemen (keterlaluan),” kata Gus Mus dalam seminar kebangsaan dikutip dari kanal YouTube Spasi, Jumat (11/11/2022).
“Sampeyan itu sembahyang kurang ke sini. Sekarang ini, menurut fatwa internet hehe. Itu sampai berpengaruh ke bawah. Persoalan yang remeh temeh,” ceritanya.
Baca juga:Gelora Takbir Bung Tomo Jadi Energi Pertahankan Kemerdekaan
Kemudian ada yang datang ke tempatnya minta restu merubah pengimaman. Mau digempur temboknya. Dasarnya adalah dari penjelasan internet. Perkataan remeh, yang kemudian sudah viral. “Sajadah digeser kan bisa!,” ungkapnya.
Gus Mus mengaku anaknya juga cerita, pernah suatau ketika jilbabnya dibetulkan orang. “Ukhti, balajar lagi yang baik tentang agama ya,” kata orang yang membetulkan jilbab tadi.
Padahal anak Gus Mus juga mengajar di pesantren. Bilang, dengan perkataan Kang Yu itu dianggap tidak ada.
“Saya pernah di terminal, sembahyang, pundak saya diginikan (agak digeser), katanya kurang ke sini. Saya di pidatoni, saya ini lho di tausiahi, sampeyan mesti ketawa. Gus Mus ditausiahi, nemen (keterlaluan),” kata Gus Mus dalam seminar kebangsaan dikutip dari kanal YouTube Spasi, Jumat (11/11/2022).
“Sampeyan itu sembahyang kurang ke sini. Sekarang ini, menurut fatwa internet hehe. Itu sampai berpengaruh ke bawah. Persoalan yang remeh temeh,” ceritanya.
Baca juga:Gelora Takbir Bung Tomo Jadi Energi Pertahankan Kemerdekaan
Kemudian ada yang datang ke tempatnya minta restu merubah pengimaman. Mau digempur temboknya. Dasarnya adalah dari penjelasan internet. Perkataan remeh, yang kemudian sudah viral. “Sajadah digeser kan bisa!,” ungkapnya.
Gus Mus mengaku anaknya juga cerita, pernah suatau ketika jilbabnya dibetulkan orang. “Ukhti, balajar lagi yang baik tentang agama ya,” kata orang yang membetulkan jilbab tadi.
Padahal anak Gus Mus juga mengajar di pesantren. Bilang, dengan perkataan Kang Yu itu dianggap tidak ada.