Tingkat Literasi Indonesia 5 Besar Terbawah di Dunia, Begini Cara Meningkatkannya
Muhajirin
Sabtu, 12 November 2022 - 13:33 WIB
ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ayom Widipaminto, menilai masyarakat Indonesia masih memilih tingkatliterasi yang rendah. Hal itu masih jauh dari cita-cita para pahlawan pendiri bangsa yang ingin memajukan negara Indonesia melalui pendidikan.
Menurut data Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) pada tahun 2019, Indonesia menempati posisi ke-74 dalam kemampuan literasi dari 79 negara. Sementara menurut UNESCO, hanya 0,01% anak Indonesia gemar membaca, berdasarkan data Indonesia writer pada 2016. Ada pula keterbatasan akses sumber literasi yang kredibel dan mudah dijangkau masyarakat.
Padahal Indonesia sebenarnya kaya warisan budaya, adat-istiadat, dan keanekaragaman hayati. Ada 17 ribu pulau kaya akan biodiversitas dan sumber daya mineral. 300 kelompok etnolinguistik, 742 bahasa, dan 478 suku bangsa (terbesar di dunia).
Baca Juga: Perilaku Netizen Indonesia Gambar Literasi Digital yang Rendah
Selain itu, 10% spesies tumbuhan tinggi dunia, salah satu pusat agrobiodiversitas dunia. Keragaman fauna, 12% dari mamalia dunia (515 spesies) ada di Indonesia, peringkat kedua global setelah Brazil. Semua potensi itu bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan literasi bangsa.
Menurut data Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) pada tahun 2019, Indonesia menempati posisi ke-74 dalam kemampuan literasi dari 79 negara. Sementara menurut UNESCO, hanya 0,01% anak Indonesia gemar membaca, berdasarkan data Indonesia writer pada 2016. Ada pula keterbatasan akses sumber literasi yang kredibel dan mudah dijangkau masyarakat.
Padahal Indonesia sebenarnya kaya warisan budaya, adat-istiadat, dan keanekaragaman hayati. Ada 17 ribu pulau kaya akan biodiversitas dan sumber daya mineral. 300 kelompok etnolinguistik, 742 bahasa, dan 478 suku bangsa (terbesar di dunia).
Baca Juga: Perilaku Netizen Indonesia Gambar Literasi Digital yang Rendah
Selain itu, 10% spesies tumbuhan tinggi dunia, salah satu pusat agrobiodiversitas dunia. Keragaman fauna, 12% dari mamalia dunia (515 spesies) ada di Indonesia, peringkat kedua global setelah Brazil. Semua potensi itu bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan literasi bangsa.