Prof Popy Rufaidah, Orang Indonesia Pertama Peraih America-Eurasia Center
Andi Muhammad
Senin, 14 November 2022 - 21:39 WIB
Guru Besar Universitas Padjajaran (Unpad) Popy Rufaidah. (Foto: dok. Unpad)
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran (Unpad), Prof Poppy Rufaidah, menjadi orang Indonesia pertama yang berhasil meraih penghargaan 'Star of Excellence Award' dari America-Eurasia Center, Washington D.C.
Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Presiden America-Eurasia Center, Dr Gerard Janco kepada Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Sade Bimantara sebagai perwakilan dari Prof Popy. Penyerahan dilakukan pada acara America-Eurasia Center "Embassies of the World in Washington, DC, Special Cultural and Business Networking Event".
Menurut Prof Poppy, penghargaan tersebut merupakan suatu upaya guna memperkuat hubungan dengan Amerika Serikat (AS). Selain itu juga menyatukan pimpinan kedutaan besar yang ada di Amerika Serikat bidang Pendidikan dan Kebudayaan.
Baca Juga:Muhammad bin Chakroun, Penerjemah Quran dan Tafsir Pertama ke Bahasa Prancis
"Penghargaan ini berbeda dengan sebelumnya. America-Eurasia Center memberikan apresiasi atas apa yang telah dilakukan KBRI melalui Atikbudnya dalam memperkuat hubungan dengan AS dan menyatukan para Atikbud sehingga terbentuk Asosiasi Atikbud se-AS di Washington D.C," kata Prof Popy dilansir dari laman Universitas Padjajaran, Senin (14/11/2022).
Terpilihnya Prof Poppy dikarenakan sebagai sosok inisiator dari pembentukan asosiasi bagi para Atase Pendidikan dan Kebudayaan dari berbagai perwakilan kantor kedutaan besar di Amerika Serikat. Inisiasi tersebut digaungkan saat pertemuan yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri AS bidang Pendidikan dan Kebudayaan di Washington DC, awal Januari 2022.
Apa yang dilakukan Prof Popy kemudian berbuah manis. Pada 25 Mei 2022, resmi terbentuk Asosiasi Atase Pendidikan dan Kebudayaan Amerika Serikat/Washington Educational & Cultural Attaché Association (WECAA).
Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Presiden America-Eurasia Center, Dr Gerard Janco kepada Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Sade Bimantara sebagai perwakilan dari Prof Popy. Penyerahan dilakukan pada acara America-Eurasia Center "Embassies of the World in Washington, DC, Special Cultural and Business Networking Event".
Menurut Prof Poppy, penghargaan tersebut merupakan suatu upaya guna memperkuat hubungan dengan Amerika Serikat (AS). Selain itu juga menyatukan pimpinan kedutaan besar yang ada di Amerika Serikat bidang Pendidikan dan Kebudayaan.
Baca Juga:Muhammad bin Chakroun, Penerjemah Quran dan Tafsir Pertama ke Bahasa Prancis
"Penghargaan ini berbeda dengan sebelumnya. America-Eurasia Center memberikan apresiasi atas apa yang telah dilakukan KBRI melalui Atikbudnya dalam memperkuat hubungan dengan AS dan menyatukan para Atikbud sehingga terbentuk Asosiasi Atikbud se-AS di Washington D.C," kata Prof Popy dilansir dari laman Universitas Padjajaran, Senin (14/11/2022).
Terpilihnya Prof Poppy dikarenakan sebagai sosok inisiator dari pembentukan asosiasi bagi para Atase Pendidikan dan Kebudayaan dari berbagai perwakilan kantor kedutaan besar di Amerika Serikat. Inisiasi tersebut digaungkan saat pertemuan yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri AS bidang Pendidikan dan Kebudayaan di Washington DC, awal Januari 2022.
Apa yang dilakukan Prof Popy kemudian berbuah manis. Pada 25 Mei 2022, resmi terbentuk Asosiasi Atase Pendidikan dan Kebudayaan Amerika Serikat/Washington Educational & Cultural Attaché Association (WECAA).