Pemilu 2024
PDIP Minta Muhammadiyah Siapkan Kader untuk Maju dalam Pemilu
Muhajirin
Selasa, 15 November 2022 - 14:36 WIB
Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dalam diskusi Road to Muktamar Muhammadiyah Suksesi Kepemimpinan 2024, di Kantor PP Muhammadiyah di Jakarta, Selasa (15/11/2022) (foto: LANGIT7.ID/Muhajirin)
Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, meminta Muhammadiyah untuk mempersiapkan kadernya untuk masuk ke dunia politik praktis. Itu dilakukan agar Muhammadiyah memiliki peran penting dalam menata pemerintahan.
“Menyikapi Pemilu 2024, kader-kader Muhammadiyah dapat dipersiapkan menjadi calon legislatif, khususnya melalui partai politik yang berperan penting di dalam sejarah memperoleh, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan Indonesia,” kata Hasto dalam diskusi Road to Muktamar Muhammadiyah Suksesi Kepemimpinan 2024, di Kantor PP Muhammadiyah di Jakarta, Selasa (15/11/2022).
Baca Juga: Jalan Politik Muhammadiyah dan Relasinya dengan Kekuasaan
Menurut Hasto, kaderisasi itu bisa dilakukan dengan menggali pemikiran-pemikiran pahlawan bangsa yang berasal dari Muhammadiyah. Di antaranya ada KH Ahmad Dahlan, KH Agus Salim, Ir Djuanda, hingga Jenderal Soedirman.
Kaderisasi kepemimpinan itu tidak dilakukan untuk 2024 saja. Namun, dilakukan untuk menyiapkan pemimpin pada 2034 dan 2044. Menurut dia, Pemilu 2024 tinggal menyisakan dua tahun lagi, sehingga dikhawatirkan tidak cukup waktu untuk kaderisasi.
“Menyikapi Pemilu 2024, kader-kader Muhammadiyah dapat dipersiapkan menjadi calon legislatif, khususnya melalui partai politik yang berperan penting di dalam sejarah memperoleh, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan Indonesia,” kata Hasto dalam diskusi Road to Muktamar Muhammadiyah Suksesi Kepemimpinan 2024, di Kantor PP Muhammadiyah di Jakarta, Selasa (15/11/2022).
Baca Juga: Jalan Politik Muhammadiyah dan Relasinya dengan Kekuasaan
Menurut Hasto, kaderisasi itu bisa dilakukan dengan menggali pemikiran-pemikiran pahlawan bangsa yang berasal dari Muhammadiyah. Di antaranya ada KH Ahmad Dahlan, KH Agus Salim, Ir Djuanda, hingga Jenderal Soedirman.
Kaderisasi kepemimpinan itu tidak dilakukan untuk 2024 saja. Namun, dilakukan untuk menyiapkan pemimpin pada 2034 dan 2044. Menurut dia, Pemilu 2024 tinggal menyisakan dua tahun lagi, sehingga dikhawatirkan tidak cukup waktu untuk kaderisasi.