LANGIT7.ID, Jakarta - Sekjen
PDI Perjuangan,
Hasto Kristiyanto, meminta Muhammadiyah untuk mempersiapkan kadernya untuk masuk ke dunia politik praktis. Itu dilakukan agar Muhammadiyah memiliki peran penting dalam menata pemerintahan.
“Menyikapi Pemilu 2024, kader-kader Muhammadiyah dapat dipersiapkan menjadi calon legislatif, khususnya melalui partai politik yang berperan penting di dalam sejarah memperoleh, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan Indonesia,” kata Hasto dalam diskusi Road to Muktamar Muhammadiyah Suksesi Kepemimpinan 2024, di Kantor PP Muhammadiyah di Jakarta, Selasa (15/11/2022).
Baca Juga: Jalan Politik Muhammadiyah dan Relasinya dengan Kekuasaan
Menurut Hasto, kaderisasi itu bisa dilakukan dengan menggali pemikiran-pemikiran pahlawan bangsa yang berasal dari Muhammadiyah. Di antaranya ada KH Ahmad Dahlan, KH Agus Salim, Ir Djuanda, hingga Jenderal Soedirman.
Kaderisasi kepemimpinan itu tidak dilakukan untuk 2024 saja. Namun, dilakukan untuk menyiapkan pemimpin pada 2034 dan 2044. Menurut dia, Pemilu 2024 tinggal menyisakan dua tahun lagi, sehingga dikhawatirkan tidak cukup waktu untuk kaderisasi.
“Kepemimpinan Bung Karno, KH Agus Salim, Jenderal Sudirman, dan Ir. Djuanda serta tokoh-tokoh pahlawan dari Muhammadiyah lainnya dapat menjadi the national leadership way bagi kader-kader Muhammadiyah yang akan dipersiapkan sebagai pemimpin nasional pada 2034 dan 2044 yang akan datang,” kata Hasto.
Baca Juga: Agar Tidak Jawa Sentris, Muhammadiyah Usulkan Perubahan Sistem Pemilu
Menurut Hasto, ketokohan para pahlawan bangsa yang berasal dari Muhammadiyah dapat menjadi jalan keteladanan bagi lahirnya pemimpin nasional. Pemimpin yang dipersiapkan melalui proses kaderisasi kepemimpinan di Muhammadiyah.
Peran Muhammadiyah, kata Hasto, dapat menjawab kekhawatiran terhadap banyak persoalan politik, terlebih untuk mengembalikan wajah politik penuh keteladanan hingga menyatunya kata dan perbuatan.
Selain itu, Hasto menyebut Muhammadiyah dapat mendorong sikap kewarganegaraan pemimpin politik serta melakukan penyempurnaan sistem politik pasca pemilu 2024 agar sesuai dengan Pancasila, UUD 1945, dan kultur bangsa.
Baca Juga: Jelang Pemilu 2024, Ganjar Pranowo Sebut Ada Upaya Adu Domba di PDIP
“Muhammadiyah tidak hanya berbicara Pemilu 2024, tapi juga menyiapkan pemimpin pada pemilu yang akan datang. Yang perlu dipersiapkan bukan hanya 2024, tapi 2034 bisa lahir pemimpin nasional dari Muhammadiyah,” ujar Hasto.
(jqf)