LANGIT7.ID, Semarang - Gubernur Jawa Tengah
Ganjar Pranowo ikut angkat bicara terkait isu di media sosial bahwa Jokowi akan menjadi Ketua Umum PDIP.
Menurutnya isu tersebut adalah upaya untuk mengadu domba, dari penumpang gelap yang ingin menciptakan disharmoni hubungan di tubuh PDIP.
“Saya meminta kita semua mewaspadai adanya penumpang gelap. Agar siapapun tidak membuat gerakan yang merusak nama baik seseorang,” kata Ganjar Pranowo, Ahad (29/10).
Menurut Ganjar, dia dan Presiden Jokowi merupakan orang partai yang sangat paham bagaimana aturan dan relasi di partai.
Baca juga: Din: PP Muhammadiyah Harus Dinamis Hadapi Tantangan Global “(Ide Jokowi Ketum PDIP) Itu sebuah kengawuran dan imajinasi dari seorang yang tidak mengerti aturan di PDI Perjuangan, yang tidak mengerti relasi di antara kami di dalam partai, dan sangat sembrono,” katanya.
Mengenai suksesi ketua umum, kongres partai sudah mengatur dengan sangat rapi. Sehingga ide Jokowi merebut tampuk kepemimpinan PDIP, menurut Ganjar adalah kengawuran.
“Itu sangat ngawur. Pak Jokowi bukan tipe yang seperti itu,” katanya.
Ganjar mengajak agar seluruh pendukung Presiden Jokowi mengcounter isu tersebut.
“Saya kira yang seperti ini mesti dicermati. Apakah ini ide pribadi atau seruan orang. Kita yang sejak awal mendukung pak Jokowi di dalam pemerintahan tentu harus segera meng-counter orang-orang semacam ini agar tidak terpancing situasi yang mengadu domba,” kata dia.
Baca juga: Pesan JK ke Anies: Pilih Cawapres Jangan Lihat PopularitasDi sisi lain, Ganjar melihat ada penumpang gelap dan adu domba juga tercium pada kejadian saat sekelompok orang mengaku sebagai relawan Ganjar mendesak KPK mengusut Ketua DPR RI Puan Maharani terkait kasus EKTP.
“Mulai banyak penumpang gelap dan mendorong-dorong dengan adu domba,” katanya.
Ganjar meminta agar relawan manapun tidak menggunakan strategi-strategi politik kotor, terlebih menjelang pesta demokrasi 2024 nanti.
“Saya ingin menyampaikan relawan manapun atau siapapun, satu agar tidak menjelek-jelekkan orang, dua tidak mendiskreditkan orang, tiga juga tidak mendiskreditkan partai-partai,” katanya.
(sof)