LANGIT7.ID–Jakarta; Pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mendadak jadi sorotan setelah dirinya menyinggung persoalan keaslian ijazah dalam sebuah forum resmi. Walau tak menyebut nama siapa pun, momennya bertepatan dengan isu ijazah palsu yang ramai dikaitkan dengan mantan Presiden Joko Widodo. Hal itu membuat publik menilai sindiran Megawati memiliki arah tertentu.
Dalam acara peluncuran buku 'Pengantar Pemahaman Konsepsi Dasar Sekitar Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI)' di BRIN, Jakarta Pusat, Rabu (14/5), Megawati mengungkapkan keheranannya terhadap rumitnya urusan membuktikan ijazah.
Baca juga: Roy Suryo Diperiksa soal Ijazah Jokowi, Ogah Jawab Semua Pertanyaan"Supaya benar pinter, orang banyak sekarang itu gonjang-ganjing urusan ijazah benar atau enggak. Lah kok susah amat ya, kan kalau ada ijazah yaudah dong kasih aja. Ini ijazah saya, gitu loh," ungkap Megawati.
Ia bahkan melanjutkan dengan menyindir gaya berpikir orang-orang yang merasa pintar, tapi justru membuatnya bingung.
“Nah, dengan demikian ini kan saya pusing urusin orang pinter-pinter. Pertama kali saya ketemu, pastikan pikiran orang pintar kan menuju ke mana. Saya mesti memperkenalkan dong. Saya sendiri juga bingung,” pungkasnya.
Reaksi pun muncul, terutama dari kalangan pendukung fanatik Jokowi yang merasa seolah-olah Megawati sedang menyinggung sang mantan presiden. Menanggapi hal tersebut, PDI Perjuangan segera memberi klarifikasi melalui juru bicaranya, Guntur Romli.
Guntur menyatakan bahwa tidak ada satu pun bagian dari pernyataan Megawati yang secara langsung menyebut nama Jokowi. Menurutnya, pesan yang disampaikan bersifat umum dan tidak ada maksud untuk menyerang pribadi siapa pun.
“Dalam pernyataannya, Ibu Megawati tidak pernah menyebut nama Pak Jokowi dan juga tidak spesifik mau bahas soal ijazah palsu,” kata Guntur Romli dalam keterangannya, Kamis (15/5/2025).
Guntur pun meminta agar para pendukung Jokowi tidak terbawa perasaan menanggapi pernyataan tersebut. Ia menyebut bahwa pesan Megawati lebih sebagai imbauan untuk menyikapi isu publik dengan kepala dingin.
“Jadi pendukung Pak Jokowi tidak perlu baper yah. Karena apa yang disampaikan oleh Ibu Megawati itu adalah isu yang umum," tegas Guntur.
Menurutnya, Megawati berbicara sebagai tokoh bangsa yang menginginkan penyelesaian persoalan secara damai, tanpa keributan dan kegaduhan yang tidak perlu.
"Jadi apa yang disampaikan oleh Ibu Megawati sebagai orang tua, sebagai ibu kita agar kita menyelesaikan persoalan itu damai-damai saja. Jangan dibikin ribet, jangan dibikin ribut, sesuai dengan nilai-nilai musyawarah,” ujarnya.
PDIP, lanjut Guntur, tetap berpegang pada prinsip demokrasi dan komunikasi terbuka dalam menghadapi perbedaan pandangan. Ia menegaskan pentingnya menjaga suasana agar tetap kondusif.
“Apapun masalahnya bisa kita ketemu, kita bisa silaturahim, kita bisa menyelesaikan tanpa keributan dan buang-buang energi yang tidak perlu,” ucapnya.
(lam)