Berkaca Kasus Sulastri, Sahroni Minta Rekrutmen Anggota Polri Jurdil
Redaksi
Kamis, 17 November 2022 - 08:30 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni. (Foto: ANTARA FOTO)
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, meminta proses penerimaan calon anggota Polri dilakukan secara terbuka dan adil. Pernyataan itu menanggapi polemik calon polisi wanita (polwan) Sulastri Irwan yang digugurkan Polda Maluku Utara meski sudah lolos seleksi.
Sahroni mengatakan Polri harus menyikapi serius kasus tersebut. Menurutnya, jika hal itu dibiarkan maka dapat mempengaruhi citra Korps Bhayangkara.
"Agar hal serupa tidak terjadi lagi ke depannya, saya minta Pak Kapolri tegas kepada pimpinan tertinggi di wilayah tersebut, di manapun berada. Ini untuk membuat jera pejabat kepolisian dalam penerimaan calon polisi," ujar Sahroni dalam keterangannya,Rabu (16/11/2022).
Baca Juga:Legislator: Penghapusan Tilang Manual Wujud Reformasi Kultural Polri
Legislator Partai NasDem itu juga meminta Kapolda memantau langsung proses rekrutmen. Sehingga, proses rekrutmen yang dilakukan bisa adil dan jujur.
"Bagi pejabat kepolisian hingga Kapolda juga sudah selayaknya mengecek kembali semua proses agar tidak terjadi lagi hal yang demikian. Jangan mentang-mentang anak petani jadi tidak diloloskan," kata Sahroni.
Sebelumnya, Polda Maluku Utara tidak meloloskan Sulastri pada penerimaan calon siswa Bintara Polri Gelombang ll-2022. Padahal, Sulastri mengaku menempati peringkat ketiga pada seleksi panitia penentu akhir (Pantukhir) berdasarkan pengumuman Pantukhir pada 2 Juli 2022.
Sahroni mengatakan Polri harus menyikapi serius kasus tersebut. Menurutnya, jika hal itu dibiarkan maka dapat mempengaruhi citra Korps Bhayangkara.
"Agar hal serupa tidak terjadi lagi ke depannya, saya minta Pak Kapolri tegas kepada pimpinan tertinggi di wilayah tersebut, di manapun berada. Ini untuk membuat jera pejabat kepolisian dalam penerimaan calon polisi," ujar Sahroni dalam keterangannya,Rabu (16/11/2022).
Baca Juga:Legislator: Penghapusan Tilang Manual Wujud Reformasi Kultural Polri
Legislator Partai NasDem itu juga meminta Kapolda memantau langsung proses rekrutmen. Sehingga, proses rekrutmen yang dilakukan bisa adil dan jujur.
"Bagi pejabat kepolisian hingga Kapolda juga sudah selayaknya mengecek kembali semua proses agar tidak terjadi lagi hal yang demikian. Jangan mentang-mentang anak petani jadi tidak diloloskan," kata Sahroni.
Sebelumnya, Polda Maluku Utara tidak meloloskan Sulastri pada penerimaan calon siswa Bintara Polri Gelombang ll-2022. Padahal, Sulastri mengaku menempati peringkat ketiga pada seleksi panitia penentu akhir (Pantukhir) berdasarkan pengumuman Pantukhir pada 2 Juli 2022.