Kisah Mualaf David Sinatra, Berawal Benci Islam Berubah jadi Cinta
Andi Muhammad
Ahad, 20 November 2022 - 09:00 WIB
Kisah Mualaf David Sinatra, Berawal Benci Islam Berubah jadi Cinta. Foto: Istimewa.
Seiring berjalannya waktu, banyak orang yang mendapatkan hidayah dari Allah SWT hingga akhirnya memutuskan untuk berikrar dua kalimat syahadat. Seperti yang dilakukan oleh mualaf mantan penganut Katolik, David Sinatra.
Dalam sesi wawancara di Youtube Hidayatullah TV, David mengaku berawal dari kebencian terhadap Islam hingga membuat dirinya penasaran akan ajaran Allah SWT. Terlebih David juga memiliki cita-cita sebagai pendeta hingga dirinya tak aktif dalam kegiatan di gereja.
"Peristiwa 9/11 (World Trade Center Amerika) saya lihat, kok Islam kerjaannya ngebom-ngebom pikiran saya waktu itu," kata David, dikutip Ahad (20/11/2022).
Baca Juga:Rapper Wanita Asal Prancis Jemput Hidayah Allah dengan Cara Ini
Dia menyatakan bahwa sebelumnya sempat bertanya kepada teman-teman muslimnya tentang agama Islam. Saat itu mereka memberi tahu David bahwa Islam memiliki kitab suci Al-Qur'an sebagai penyempurna kitab-kitab yang turun sebelum Nabi Muhammad SAW.
Meski demikian, dia memiliki tanda tanya besar dalam pikirannya yang seharusnya Islam sebagai agama yang sempurna karena adanya Al-Qur'an sebagai kitab penutup. Dia pun mulai mencari buku tentang agama Islam untuk di baca lantaran tindakan narasi radikalisme yang kerap muncul di media massa.
Uniknya dia menemukan buku karya pembaharu Islam, yakni Syekh Muhammad Abduh. David pun tertarik akan satu statement yang tertulis di buku tersebut, yakni 'al islamu mahjubun bil muslimin' yang bermakna cahaya keindahan Islam tertutupi oleh perilaku buruk umat Islam itu sendiri yang sama sekali tidak mencerminkan ajaran Islam.
Dalam sesi wawancara di Youtube Hidayatullah TV, David mengaku berawal dari kebencian terhadap Islam hingga membuat dirinya penasaran akan ajaran Allah SWT. Terlebih David juga memiliki cita-cita sebagai pendeta hingga dirinya tak aktif dalam kegiatan di gereja.
"Peristiwa 9/11 (World Trade Center Amerika) saya lihat, kok Islam kerjaannya ngebom-ngebom pikiran saya waktu itu," kata David, dikutip Ahad (20/11/2022).
Baca Juga:Rapper Wanita Asal Prancis Jemput Hidayah Allah dengan Cara Ini
Dia menyatakan bahwa sebelumnya sempat bertanya kepada teman-teman muslimnya tentang agama Islam. Saat itu mereka memberi tahu David bahwa Islam memiliki kitab suci Al-Qur'an sebagai penyempurna kitab-kitab yang turun sebelum Nabi Muhammad SAW.
Meski demikian, dia memiliki tanda tanya besar dalam pikirannya yang seharusnya Islam sebagai agama yang sempurna karena adanya Al-Qur'an sebagai kitab penutup. Dia pun mulai mencari buku tentang agama Islam untuk di baca lantaran tindakan narasi radikalisme yang kerap muncul di media massa.
Uniknya dia menemukan buku karya pembaharu Islam, yakni Syekh Muhammad Abduh. David pun tertarik akan satu statement yang tertulis di buku tersebut, yakni 'al islamu mahjubun bil muslimin' yang bermakna cahaya keindahan Islam tertutupi oleh perilaku buruk umat Islam itu sendiri yang sama sekali tidak mencerminkan ajaran Islam.