Piala Dunia 2022 Qatar
FIFA Luncurkan Layanan Pendeteksi Ujaran Kebencian
Elvin andika
Jum'at, 18 November 2022 - 20:45 WIB
Bendera maroon FIFA World Cup Qatar 2022 berkibar di langit Doha. Foto: Langit7.id/iStock
Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) merilis sebuah layanan baru untuk menindak diskriminasi dan ujaran kebencian selama Piala Dunia 2022 berlangsung di Qatar. Layanan tersebut bernama The Social Media Protection Service (SPMS).
Layanan berbasis online tersebut bakal mengawasi 32 negara peserta yang berlaga di Qatar. FIFA juga memiliki akses ke layanan pemantauan, pelaporan, dan moderasi khusus yang dirancang untuk meminimalkan visibilitas ujaran kebencian terhadap pemain.
"Kami dengan senang hati meluncurkan layanan untuk melindungi pemain dari efek yang dapat ditimbulkan oleh postingan media sosial terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan mereka," kata Presiden FIFA Gianni Infantino dikutip dari laman resmi FIFA, Juamt (18/11/2022).
Baca Juga:Totti: Piala Dunia Tanpa Italia Ibarat Roma Tanpa Colosseum
Gianni menilai para pemain dan kelompok lain saat ini sering mendapati ujaran kebencian, baik di dalam maupun di sekitar tempat bekerja. Untuk itu, seluruh stakeholder sepak bola wajib melindungi para pemain maupun kelompok lain yang terkena dampak dari pelecehan.
"Jenis pelecehan ini berdampak besar pada kepribadian, keluarga, kinerja, serta kesejahteraan dan kesehatan mental pemain mereka secara keseluruhan," ujar Gianni.
Senada dengan hal tersebut, eks pemain Timnas Brasil Willian, mendukung kehadiran layanan perlindungan media sosial oleh FIFA. Eks pemain Chelsea dan Arsenal itu bercerita bahwa keluarganya di Brasil pernah mendapat ancaman dan dilecehkan melalui media sosial.
Layanan berbasis online tersebut bakal mengawasi 32 negara peserta yang berlaga di Qatar. FIFA juga memiliki akses ke layanan pemantauan, pelaporan, dan moderasi khusus yang dirancang untuk meminimalkan visibilitas ujaran kebencian terhadap pemain.
"Kami dengan senang hati meluncurkan layanan untuk melindungi pemain dari efek yang dapat ditimbulkan oleh postingan media sosial terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan mereka," kata Presiden FIFA Gianni Infantino dikutip dari laman resmi FIFA, Juamt (18/11/2022).
Baca Juga:Totti: Piala Dunia Tanpa Italia Ibarat Roma Tanpa Colosseum
Gianni menilai para pemain dan kelompok lain saat ini sering mendapati ujaran kebencian, baik di dalam maupun di sekitar tempat bekerja. Untuk itu, seluruh stakeholder sepak bola wajib melindungi para pemain maupun kelompok lain yang terkena dampak dari pelecehan.
"Jenis pelecehan ini berdampak besar pada kepribadian, keluarga, kinerja, serta kesejahteraan dan kesehatan mental pemain mereka secara keseluruhan," ujar Gianni.
Senada dengan hal tersebut, eks pemain Timnas Brasil Willian, mendukung kehadiran layanan perlindungan media sosial oleh FIFA. Eks pemain Chelsea dan Arsenal itu bercerita bahwa keluarganya di Brasil pernah mendapat ancaman dan dilecehkan melalui media sosial.