LANGIT7.ID, Jakarta -
Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) merilis sebuah layanan baru untuk menindak diskriminasi dan ujaran kebencian selama
Piala Dunia 2022 berlangsung di Qatar. Layanan tersebut bernama The Social Media Protection Service (SPMS).
Layanan berbasis
online tersebut bakal mengawasi 32 negara peserta yang berlaga di Qatar. FIFA juga memiliki akses ke layanan pemantauan, pelaporan, dan moderasi khusus yang dirancang untuk meminimalkan visibilitas ujaran kebencian terhadap pemain.
"Kami dengan senang hati meluncurkan layanan untuk melindungi pemain dari efek yang dapat ditimbulkan oleh postingan media sosial terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan mereka," kata Presiden FIFA
Gianni Infantino dikutip dari laman resmi FIFA, Juamt (18/11/2022).
Baca Juga: Totti: Piala Dunia Tanpa Italia Ibarat Roma Tanpa ColosseumGianni menilai para pemain dan kelompok lain saat ini sering mendapati
ujaran kebencian, baik di dalam maupun di sekitar tempat bekerja. Untuk itu, seluruh stakeholder sepak bola wajib melindungi para pemain maupun kelompok lain yang terkena dampak dari pelecehan.
"Jenis pelecehan ini berdampak besar pada kepribadian, keluarga, kinerja, serta kesejahteraan dan kesehatan mental pemain mereka secara keseluruhan," ujar Gianni.
Senada dengan hal tersebut, eks pemain Timnas Brasil Willian, mendukung kehadiran layanan perlindungan media sosial oleh FIFA. Eks pemain Chelsea dan Arsenal itu bercerita bahwa keluarganya di Brasil pernah mendapat ancaman dan dilecehkan melalui media sosial.
"Saya sangat menderita, dan keluarga saya sangat menderita karena orang-orang mulai menyerang kami di media sosial. Mereka menyerang keluarga saya, putri saya, dan itulah mengapa saya berdiri sekarang dengan FIFA untuk melihat apakah Anda dapat menghentikan hal semacam ini," ucap pemain Fulham tersebut.
Baca Juga:
5 Teknologi Canggih yang Dipakai FIFA di Pertandingan Piala Dunia 2022
Armada Resmi, Bus Listrik Elec City Bakal Wara Wiri di Piala Dunia 2022(gar)