Fokus ke Mimpi Besar, Cara Rasulullah Move On dari Kesedihan
Fifiyanti Abdurahman
Sabtu, 19 November 2022 - 08:00 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Global Intelektual Muslim, Ustaz Muhammad Elvandi mengatakan Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam merupakan manusia yang paling dicintai Allah SWT, meski demikian hidupnya selalu diberikan ujian yang lebih berat dari yang lain.
"Sejak usia nol, dia tidak memiliki ayah. Kemudian, saat berusia 6 tahun ibunya wafat. Rasulullah Saw tinggal dengan kakeknya hanya dua tahun, sebab di usia 8 tahun sang kakek meninggal dunia," terang Ustaz Elvandi.
Rasulullah, lanjut Ustaz Elvandi, kemudian tinggal dengan pamannya, Abu Thalib. Namun, saat itu hidupnya tidak mudah. Karena pamannya yang miskin memiliki anak banyak. Maka Nabi Muhammad di usia 8 tahun hingga 12 tahun harus mengembala ternak kambing.
Baca juga: Teladan Rasulullah SAW Ubah Krisis Jadi Peluang
Menurut Ustaz Elvandi penempatan situasi yang sulit bagi Nabi Muhammad Saw bukan bermaksud buruk tetapi untuk menguatkan mental.
"Sejak usia nol, dia tidak memiliki ayah. Kemudian, saat berusia 6 tahun ibunya wafat. Rasulullah Saw tinggal dengan kakeknya hanya dua tahun, sebab di usia 8 tahun sang kakek meninggal dunia," terang Ustaz Elvandi.
Rasulullah, lanjut Ustaz Elvandi, kemudian tinggal dengan pamannya, Abu Thalib. Namun, saat itu hidupnya tidak mudah. Karena pamannya yang miskin memiliki anak banyak. Maka Nabi Muhammad di usia 8 tahun hingga 12 tahun harus mengembala ternak kambing.
Baca juga: Teladan Rasulullah SAW Ubah Krisis Jadi Peluang
Menurut Ustaz Elvandi penempatan situasi yang sulit bagi Nabi Muhammad Saw bukan bermaksud buruk tetapi untuk menguatkan mental.