home global news

Mengenal Cara Kerja Early Warning System Bencana Secara Modern dan Tradisional

Selasa, 22 November 2022 - 12:30 WIB
Kapal/perahu terdampar di atap rumah saat Gempa Bumi dan Tsunami 2004 di Desa Lampulo Banda Aceh. Foto: Langit7/iStock.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 terjadi di wilayah Cianjur, Jawa Barat, pada Senin 21 November 2022. Tak sedikit rumah warga yang hancur dan korban jiwa akibat guncangan gempa.

Dalam hal ini, pentingnya peran Early Warning System (EWS) atau Sistem Peringatan Dini di wilayah rawan bencana seperti Indonesia. EWS merupakan serangkaian sistem untuk memberitahukan timbulnya kejadian alam.

Sebagai informasi, Indonesia terletak di zona Ring of Fire, yakni terdapat banyak gunung api aktif. Aspek geografis ini menyebabkan Indonesia rawan bencana gempa bumi dan tsunami.

Baca juga: BMKG: Waspada Bencana Susulan Longsor dan Banjir Bandang Usai Gempa Cianjur

Peringatan dini atas bencana merupakan tindakan memberikan informasi dengan bahasa yang mudah dicerna. Dulu, dalam keadaan kritis, secara umum peringatan dini diwujudkan bentuk sirine, kentongan, dan lain sebagainya.

Seiring berkembangnya zaman, masyarakat bisa mendapatkan informasi jelang bencana alam melalui media sosial yang dikirim oleh EWS.

Dengan demikian, bencana alam dapat ditanggulangi sedini mungkin. Namun masih banyak yang salah paham dengan cara kerja EWS.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
early warning system gempa bumi bencana alam
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya