home sosok muslim

Kisah Mahfud MD Saat Jadi Santri, Diminta Jangan Serakah dan Jaga Integritas

Kamis, 24 November 2022 - 07:00 WIB
Mahfud MD (foto: humas kemenkopolhukam)
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD berbagi kisah saat menjadi santri tahun 1968.

Mahfud MD mengaku mendapat gemblengan khusus dari guru-nya, Kyai Mardliyyan yang juga pendiri Pondok Pesantren Al Mardliyyah, Waru, Pamekasan Madura, Jawa Timur.

Mahfud mendapat perhatian khusus dari pimpinan pesantren kala itu, agar kelak kalau sudah 'jadi orang' selalu jaga integritas, tidak serakah dan tidak memakan hak orang lain.

Baca juga:Berawal dari Pura-pura, Dedi Ibrahim Kini Nyaman jadi Muslim

Saat menjadi santri, dia diminta untuk sarapan saa Kyai Mardliyann hingga kenyang. Makan, dan makan terus.

"Terus saja saya disuruh makan, terus suruh nambah lagi sampai perut terasa kenyang banget. Kyai bilang: ayo makan, tambah lagi, saya jawab; sudah Kyai, sudah kenyang. Lalu Kyai Mardliyyan bilang; manusia itu butuhnya cuma segitu. Suatu saat nanti kalau kamu jadi orang, jangan serakah. Orang mau numpuk harta seberapa banyak, butuhnya cuma segitu," kisah Mahfud menceritakan pendidikan moral dari Kyai Mardliyyan saat bersilaturahmi bersama pimpinan pesantren, santri dan para alumni Pondok Pesantren Al Mardliyyah, Selasa, (22/11/2022).

Pendidikan moral dari Kyai Mardliyyan ini, ujar Mahfud MD masih ia pegang teguh saat dirinya mulai mendapat amanah di pemerintahan bersama Presiden Gus Dur, hingga saat ini menjabat Menko Polhukam RI di era Presiden Joko Widodo.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
mahfud md santri kisah inspiratif kisah santri menko polhukam
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya