Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home sosok muslim detail berita

Kisah Mahfud MD Saat Jadi Santri, Diminta Jangan Serakah dan Jaga Integritas

fajar adhitya Kamis, 24 November 2022 - 07:00 WIB
Kisah Mahfud MD Saat Jadi Santri, Diminta Jangan Serakah dan Jaga Integritas
Mahfud MD (foto: humas kemenkopolhukam)
LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD berbagi kisah saat menjadi santri tahun 1968.

Mahfud MD mengaku mendapat gemblengan khusus dari guru-nya, Kyai Mardliyyan yang juga pendiri Pondok Pesantren Al Mardliyyah, Waru, Pamekasan Madura, Jawa Timur.

Mahfud mendapat perhatian khusus dari pimpinan pesantren kala itu, agar kelak kalau sudah 'jadi orang' selalu jaga integritas, tidak serakah dan tidak memakan hak orang lain.

Baca juga: Berawal dari Pura-pura, Dedi Ibrahim Kini Nyaman jadi Muslim

Saat menjadi santri, dia diminta untuk sarapan saa Kyai Mardliyann hingga kenyang. Makan, dan makan terus.

"Terus saja saya disuruh makan, terus suruh nambah lagi sampai perut terasa kenyang banget. Kyai bilang: ayo makan, tambah lagi, saya jawab; sudah Kyai, sudah kenyang. Lalu Kyai Mardliyyan bilang; manusia itu butuhnya cuma segitu. Suatu saat nanti kalau kamu jadi orang, jangan serakah. Orang mau numpuk harta seberapa banyak, butuhnya cuma segitu," kisah Mahfud menceritakan pendidikan moral dari Kyai Mardliyyan saat bersilaturahmi bersama pimpinan pesantren, santri dan para alumni Pondok Pesantren Al Mardliyyah, Selasa, (22/11/2022).

Pendidikan moral dari Kyai Mardliyyan ini, ujar Mahfud MD masih ia pegang teguh saat dirinya mulai mendapat amanah di pemerintahan bersama Presiden Gus Dur, hingga saat ini menjabat Menko Polhukam RI di era Presiden Joko Widodo.

"Itulah pelajaran moral dari Kyai Mardliyyan dan hingga saat ini masih saya pegang teguh," tambah Mahfud yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini.

Pada tahun 1968, Mahfud kecil menghabiskan waktu kanak-kanaknya di Pondok Pesantren, di sebuah panggung kecil sederhana yang terbuat dari kayu.

"Disini saya belajar ngaji, belajar Safina (Kitab Safinatun Najah: red), belajar Sullam (Kitab Sullamut Taufiq: red) dan lain sebagainya," ujar Mahfud lanjut berkisah.

Baca juga: Mengenang KH Abun Bunyamin Ruhiat, Ulama Kharismatik dari Tasikmalaya

Dalam kunjungannya di Pondok Pesantren Al Mardliyyah ini, Mahfud bernostalgia, mengelilingi pondok, melihat ruangan yang dulu di tempatinya, termasuk bekas dapur yang dulu biasa digunakan para santri biasa memasak pakai tungku.

Dihadapan Santri dan Alumni Pondok Pesantren Al Mardliyyah, Mahfud mengingatkan agar santri selalu menjaga marwah pesantren. Tidak tamak dan serakah, saat diberi kepercayaan mengemban amanah.

"Jangan tamak dan jangan serakah. Jangan makan barang haram, karena akan menjadi penyakit bagi diri kita, hidup tidak tenang, mimpinya jelek terus. Ada pemadam kebakaran lewat takut, dikira KPK," ujar Mahfud.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)