home global news

5 Juta Data Penumpang dan Karyawan Air Asia Bocor, Peretas Minta Tebusan

Kamis, 24 November 2022 - 11:39 WIB
Ilustrasi seorang hacker. (Foto: Langit7.id/iStock)
Maskapai penerbangan, AirAsia Group mengalami pelanggaran data pribadi berupa serangan ransomware oleh Daixin Team. Kebocoran data pribadi yang diretas berisi 5 juta penumpang serta karyawan AirAsia.

Situs DataBreaches mendapatkan kiriman data sampel dari Daixin Team dalam dua file berformat .csv. Dokumen tersebut juga dikirimkan oleh kelompok peretas tersebut ke AirAsia Group.

Dokumen pertama, berisi data penumpang. Sementara dokumen kedua mencakup informasi karyawan, yakni rincian nama, tanggal lahir, negara tempat lahir, lokasi, tanggal mereka mulai bekerja dan "pertanyaan rahasia" beserta jawabannya.

Baca Juga:Situs Resmi Presiden Tak Bisa Diakses karena Belum Bayar Sewa Domain

Menurut juru bicara kelompok peretas tersebut, ketika menerima data sampel, AirAsia bertanya teknis penghapusan data perusahaan di sistem Daixin apabila maskapai sanggup membayar biaya tebusan. Namun AirAsia tidak menegosiasikan biaya tebusan.

Hal tersebut dinilai sebagai indikasi perusahaan tidak berniat membayarnya. "Biasanya orang-orang menegosiasikan harga agar menjadi lebih murah," kata juru bicara Daixin dikutip dari laman DataBreaches, Kamis (24/11/2022).

Meski melakukan eksploitasi data, tim peretas menghindari penguncian XEN, RHEL atau tuan rumah peralatan terbang, seperti radar, kontrol lalu lintas udara, dan semacamnya. Peretas telah menyatakan menghindari mengenkripsi atau menghancurkan apa pun jika dapat mengancam jiwa.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
kebocoran data air asia peretasan data bocor
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya