Kemenkes: Penelitian Kasus Gagal Ginjal Butuh Waktu Lama
Hasanah syakim
Jum'at, 25 November 2022 - 21:17 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Mohammad Syahril menyampaikan penelitian terkait kasus gagal ginjal akut yang menyasar hingga 324 anak masih terus berlangsung. Hingg kini, kesimpulan belum final dan butuh waktu panjang.
Kendati demikian, kata Syahril untuk kasus ini dipastikan penyebab utamanya adalah intoksikasi meski secara medis, gagal ginjal juga bisa disebabkan oleh faktor lain. Saat ini Kemenkes tengah melakukan penelitian, yaitu case control study.
"Jadi ada 90 kasus normal yang diteliti, sementara kasus yang sakit 30. Nah ini sudah 50 persen terkumpul. Untuk saat ini masih dilakukan penelitian sekitar 100-an obat. Tentu saja secara ilmiah nanti, kita ingin mendapatkan hasil atau kesimpulan yaitu ada kaitannya antara gagal ginjal dengan intosikasi etilen glikol dan dietilen glikol," jelas Syahril dalam keterangannya Jum'at (25/11/2022).
Baca juga:Kemenkes Rilis 12 Obat Kritikal Boleh Digunakan dengan Pengawasan Nakes
Dia menjelaskan, bagi pasien yang sudah dinyatakan sembuh, secara teori akan sembuh total. Kemudian, tidak akan berpotensi mengalami gejala, atau keluhan kesehatan di masa yang akan datang.
"Kenapa sebagian anak kok tidak kena walaupun pernah minum obat yang sama. Memang satu faktornya adalah kadar yang diminum dan juga lama periode mengkonsumsi obat tersebut," ungkapnya.
Menurut Syahril, bagi anak yang sudah sumbuh masih dalam pemantauan. Sebab, kata Syahril berdasarkan teori bahwa keracunan ini jika sudah diatasi, maka pasien dapat sembuh total dan tidak ada gejala-gejala sisa.
Kendati demikian, kata Syahril untuk kasus ini dipastikan penyebab utamanya adalah intoksikasi meski secara medis, gagal ginjal juga bisa disebabkan oleh faktor lain. Saat ini Kemenkes tengah melakukan penelitian, yaitu case control study.
"Jadi ada 90 kasus normal yang diteliti, sementara kasus yang sakit 30. Nah ini sudah 50 persen terkumpul. Untuk saat ini masih dilakukan penelitian sekitar 100-an obat. Tentu saja secara ilmiah nanti, kita ingin mendapatkan hasil atau kesimpulan yaitu ada kaitannya antara gagal ginjal dengan intosikasi etilen glikol dan dietilen glikol," jelas Syahril dalam keterangannya Jum'at (25/11/2022).
Baca juga:Kemenkes Rilis 12 Obat Kritikal Boleh Digunakan dengan Pengawasan Nakes
Dia menjelaskan, bagi pasien yang sudah dinyatakan sembuh, secara teori akan sembuh total. Kemudian, tidak akan berpotensi mengalami gejala, atau keluhan kesehatan di masa yang akan datang.
"Kenapa sebagian anak kok tidak kena walaupun pernah minum obat yang sama. Memang satu faktornya adalah kadar yang diminum dan juga lama periode mengkonsumsi obat tersebut," ungkapnya.
Menurut Syahril, bagi anak yang sudah sumbuh masih dalam pemantauan. Sebab, kata Syahril berdasarkan teori bahwa keracunan ini jika sudah diatasi, maka pasien dapat sembuh total dan tidak ada gejala-gejala sisa.