Mampukah Anwar Ibrahim Hapus Korupsi, Ketimpangan, dan Inflasi di Malaysia?
Muhajirin
Sabtu, 26 November 2022 - 17:55 WIB
Anwar Ibrahim di hari pertamanya berkantor di Putrajaya sebagai Perdana Menteri Malaysia pada Jumat (25/11/2022) (foto: instagram/@anwaribrahim)
Perdana Menteri ke-10 Malaysia, Anwar Ibrahim, berjanji memprioritaskan kesejahteraan rakyat terpinggirkan. Realisasi janji tersebut tidak mudah. Dia harus mengatasi sejumlah tantangan ekonomi, mulai dampak Covid-19, meningkatnya biaya hidup, mata uang ringgit jatuh, dan kesenjangan sosial.
Dalam pidato pelantikannya, Anwar memaparkan rencana ekonomi serta berjanji mengatasi biaya hidup tinggi dan mempelopori pembangunan yang bersifat inklusif dan bebas korupsi. Dia memang dikenal sebagai tokoh reformis dengan kecenderungan menuju liberalisasi ekonomi sepanjang karir politiknya.
Melansir Al-Jazeera, Ekonom dari Universitas Sains dan Teknologi Malaysia, Geoffrey Williams, mengatakan, Anwar memiliki pemahaman yang baik tentang ekonomi, bijaksana dan eklektik dalam mengambil pendekatan ekonomi. Dia memprediksi Anwar akan mencari pandangan dan fokus pada reformasi ekonomi dalam membangun perekonomian Malaysia.
Baca Juga: Jalan Terjal Anwar Ibrahim Menuju Kursi Perdana Menteri
“Akan ada lebih sedikit kebijakan berbasis kajian dan solusi jangka panjang yang lebih terstruktur. Saya juga berpikir dia akan menawarkan calon yang sangat menarik bagi investor internasional dan pasar keuangan,” kata Geoffrey, dikutip Al Jazeera, Sabtu (26/11/2022).
Dalam pidato pelantikannya, Anwar memaparkan rencana ekonomi serta berjanji mengatasi biaya hidup tinggi dan mempelopori pembangunan yang bersifat inklusif dan bebas korupsi. Dia memang dikenal sebagai tokoh reformis dengan kecenderungan menuju liberalisasi ekonomi sepanjang karir politiknya.
Melansir Al-Jazeera, Ekonom dari Universitas Sains dan Teknologi Malaysia, Geoffrey Williams, mengatakan, Anwar memiliki pemahaman yang baik tentang ekonomi, bijaksana dan eklektik dalam mengambil pendekatan ekonomi. Dia memprediksi Anwar akan mencari pandangan dan fokus pada reformasi ekonomi dalam membangun perekonomian Malaysia.
Baca Juga: Jalan Terjal Anwar Ibrahim Menuju Kursi Perdana Menteri
“Akan ada lebih sedikit kebijakan berbasis kajian dan solusi jangka panjang yang lebih terstruktur. Saya juga berpikir dia akan menawarkan calon yang sangat menarik bagi investor internasional dan pasar keuangan,” kata Geoffrey, dikutip Al Jazeera, Sabtu (26/11/2022).