UBN Ungkap 3 Tingkatan Muslim Hadapi Bencana dan Takdir
Andi Muhammad
Ahad, 27 November 2022 - 11:33 WIB
UBN Ungkap 3 Tingkatan Muslim Hadapi Bencana dan Takdir. Foto: Istimewa.
Pimpinan AQL Islamic Center KH Bachtiar Nasir kembali melakukan roadshow Dakwah Quran (DakwahQu) di beberapa tempat. Setelah pekan lalu di Medan, Sumatera Utara, UBN sapaan karib KH Bachtiar Nasir melakukan roadshow DakwahQu di Sijunjung, Sumatera Barat.
Bertempat di Masjid Agung Istiqlal Muaro Sijunjung, UBN menyapa ribuan jamaah yang hadir. Pada kesempatan ini, salah satu yang disampaikan UBN tentang tiga tingkatan muslim dalam menghadapi bencana atau takdir.
UBN mengatakan, tingkatan pertama seorang muslim ketika ditimpa bencana adalah mengucapkan Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. “Jadi kalau tertimpa musibah kita bilang apa? Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, sesungguhnya kami berasal dari Allah. Itu paling basic,” ujar UBN dalam keterangan yang diterima redaksi, Ahad (27/11/2022).
Baca Juga:Ustaz Bachtiar Nasir Ajak Umat Manfaatkan Gadget untuk Dakwah
Kemudian, tingkatan kedua seorang muslim mengucapkan Alhamdulillah ala kulli hal, yang berarti segala puji bagi Allah atas setiap keadaan.
“Tingkat keimanan muslim yang lebih tinggi lagi justru minta pahala dibalik musibah dan dia berbahagia dibalik musibah dengan mengucapkan, Allahumma ajirni fi mushibati wa akhlifha khairan minha,” kata UBN yang juga Ketua Umum DPP Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI).
Menurut UBN, sejatinya bencana yang terjadi di tengah kehidupan manusia merupakan cara Allah menghapus dosa-dosa manusia. Musibah apapun yang menimpa manusia disebabkan oleh kesalahan dan dosa manusia, sehingga musibah dianjurkan menjadi bahan evaluasi diri atau muhasabah.
Bertempat di Masjid Agung Istiqlal Muaro Sijunjung, UBN menyapa ribuan jamaah yang hadir. Pada kesempatan ini, salah satu yang disampaikan UBN tentang tiga tingkatan muslim dalam menghadapi bencana atau takdir.
UBN mengatakan, tingkatan pertama seorang muslim ketika ditimpa bencana adalah mengucapkan Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. “Jadi kalau tertimpa musibah kita bilang apa? Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, sesungguhnya kami berasal dari Allah. Itu paling basic,” ujar UBN dalam keterangan yang diterima redaksi, Ahad (27/11/2022).
Baca Juga:Ustaz Bachtiar Nasir Ajak Umat Manfaatkan Gadget untuk Dakwah
Kemudian, tingkatan kedua seorang muslim mengucapkan Alhamdulillah ala kulli hal, yang berarti segala puji bagi Allah atas setiap keadaan.
“Tingkat keimanan muslim yang lebih tinggi lagi justru minta pahala dibalik musibah dan dia berbahagia dibalik musibah dengan mengucapkan, Allahumma ajirni fi mushibati wa akhlifha khairan minha,” kata UBN yang juga Ketua Umum DPP Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI).
Menurut UBN, sejatinya bencana yang terjadi di tengah kehidupan manusia merupakan cara Allah menghapus dosa-dosa manusia. Musibah apapun yang menimpa manusia disebabkan oleh kesalahan dan dosa manusia, sehingga musibah dianjurkan menjadi bahan evaluasi diri atau muhasabah.