CEO Katama: Konstruksi Ramah Gempa Harus jadi Prioritas
Andi Muhammad
Ahad, 27 November 2022 - 12:00 WIB
CEO PT Katama Surya Bumi, Kris Suryanto mengungkapkan, pemukiman warga di daerah yang rawan gempa semestinya lebih mementingkan keselamatan dengan konsep ramah gempa. Foto: Dok Pribadi.
CEO PT Katama Surya Bumi, Kris Suryanto mengungkapkan, pemukiman warga di daerah yang rawan gempa semestinya lebih mementingkan keselamatan dengan konsep ramah gempa. Ketimbang mengedepankan keindahan desain.
"Biasanya orang, arsitek atau owner lebih kecenderungan memikirkan keindahan dan biaya, tidak memikirkan keselamatan jiwa manusia," kata Kris saat di wawancara Langit7.id, Ahad (27/11/2022).
Menurut dia, tingkat fleksibilitas sangat memengaruhi bangunan terhadap guncangan gempa dan mengurangi risiko runtuhnya konstruksi bangunan. Seperti menggunakan material kayu dan bambu sebagai konstruksi hunian.
Baca Juga:Rumah Tradisional Cenderung Tahan Gempa, Ini Penjelasan Ahli
Penggunaan material tersebut dinilai fleksibel dan teruji ratusan tahun di daerah Indonesia yang rawan gempa. Serta struktur rumah tinggal dengan menggunakan material kayu juga biasa digunakan oleh masyarakat Jepang dalam membangun rumah yang ramah gempa.
Di lain sisi, dia menyebut, teknologi konstruksi sarang laba-laba yang digunakan di perusahaannya itu merupakan teknologi unggulan guna meminimalisir risiko guncangan gempa. Sebab memiliki pondasi yang ramah gempa.
"Mengedepankan kekuatan, tetapi hubungan antara gedung keseluruhan antara fondasinya dengan tempat berpijak bumi atau tanah di buat fleksibel. Jadi kalau ada gempa hanya sedikit bergerak," ujarnya.
"Biasanya orang, arsitek atau owner lebih kecenderungan memikirkan keindahan dan biaya, tidak memikirkan keselamatan jiwa manusia," kata Kris saat di wawancara Langit7.id, Ahad (27/11/2022).
Menurut dia, tingkat fleksibilitas sangat memengaruhi bangunan terhadap guncangan gempa dan mengurangi risiko runtuhnya konstruksi bangunan. Seperti menggunakan material kayu dan bambu sebagai konstruksi hunian.
Baca Juga:Rumah Tradisional Cenderung Tahan Gempa, Ini Penjelasan Ahli
Penggunaan material tersebut dinilai fleksibel dan teruji ratusan tahun di daerah Indonesia yang rawan gempa. Serta struktur rumah tinggal dengan menggunakan material kayu juga biasa digunakan oleh masyarakat Jepang dalam membangun rumah yang ramah gempa.
Di lain sisi, dia menyebut, teknologi konstruksi sarang laba-laba yang digunakan di perusahaannya itu merupakan teknologi unggulan guna meminimalisir risiko guncangan gempa. Sebab memiliki pondasi yang ramah gempa.
"Mengedepankan kekuatan, tetapi hubungan antara gedung keseluruhan antara fondasinya dengan tempat berpijak bumi atau tanah di buat fleksibel. Jadi kalau ada gempa hanya sedikit bergerak," ujarnya.