home wirausaha syariah

Nilai Ekspor Rp900 Miliar, Pemerintah Gairahkan Industri Pengolahan Porang

Jum'at, 20 Agustus 2021 - 11:05 WIB
Tanaman porang yang memiliki peluang besar ekspor. Foto: Langit7/Istock
Presiden Joko Widodo memilih porang sebagai komoditas andalan untuk meningkatkan nilai ekspor tanah air. Ekspor porang pada tahun lalu mencapai angka cukup fantastis, yakni Rp923,6 miliar, Jokowi meminta Kementerian Pertanian (Kementan) untuk serius menggarap porang tidak hanya dalam bentuk mentah, tapi dalam bentuk setengah jadi sehingga bisa mendapatkan nilai tambah di pasaran.

Dalam kunjungan kerjanya ke Madiun, Jawa Timur, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengaku mendapatkan arahan dari Jokowi untuk bisa menggairahkan industri pengolahan porang tanah air. Menanggapi hal itu, pihaknya mengaku akan berupa dalam meningkatkan budidaya porang yang lebih maju hingga porses pasca panen.

“Porang menjadi komoditi negara tropis seperti Indonesia. Komoditas porang ini juga nantinya diharapkan mampu menjadi alternatif beras yang saat ini menjadi pilihan utama masyarakat dalam urusan makanan pokok,” ujarnya Jumat pekan kedua Agustus.

Baca juga:Diminta Presiden Serius Digarap, Porang Miliki Segudang Manfaat

Sebagai bentuk dukungan, Kementan menjadikan produk sebagai mahkota yang masuk dalam program gerakan tiga kali lipat ekspor (Gratieks), di samping sarang burung walet dan lainnya. Ekspor porang saat ini menargetkan beberapa negara di Asia, seperti Cina, Thailand, Taiwan,Vietnam, Myanmar Jepang, dan beberapa negara lainnya.

Adanya peluang yang cukup besar dalam nilai ekspor, Kementan menargetkan untuk perluasan lahan porang, termasuk pengolahan turunannya menjadi tepung, dan bahan pangan alternatif pengganti beras.

Selain itu, pihaknya juga menghadirkan dukungan kepada petani porang dengan memberikan bantuan berupa bibit, pupuk, dan pendampingan kepada petani. Juga fasilitas pinjaman modal dengan bunga rendah melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan total Rp86 miliar, di mana KUR dari BNI Rp36,2 miliar untuk 1.104 petani dan KUR dari BRI Rp49,8 miliar untuk 1.436 petani.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
ekspor pemerintah industri porang ekonomi ummat
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya