Fitnah yang Ditakuti Nabi SAW, Bukan Kefakiran tapi Kejayaan
Mahmuda attar hussein
Senin, 28 November 2022 - 13:50 WIB
Ilustrasi umat Islam dalam masa kejayaan. (Foto: Pixabay).
Ada satu fitnah yang cukup ditakuti Nabi Muhammad SAW menimpa umat Islam. Hal tersebut bukan lah kefakiran, melainkan saat kaum muslimin di masa kejayaan.
Pendakwah Habib Abdurrahman Al Habsyi mengatakan, Rasulullah khawatir saat umatnya diberikan fitnah berupa kelebihan harta atau kejayaan, namun tak bisa memanfaatkannya di jalan Allah SWT.
"Nabi SAW mengatakan, bukan kefakiran yang ditakutan, tapi yang paling aku takutkan kalian diberikan kemakmuran di dunia. Sebab harta bisa membinasakan seperti halnya umat-umat sebelum masa Nabi Muhammad SAW," kata Ustdaz Rahman sapaan akrabnya, Senin (28/11/2022).
Baca Juga: Habib Rahman Habsyi: Ingin Surga Akhirat, Ciptakan Dulu Surga di Dunia
Menurut dia, ucapan Nabi SAW sudah terbukti sekarang. Sebab banyak negara-negara muslim yang dulunya miskin, kini jaya, berlomba-lomba membangun gedung tinggi pencakar langit.
"Hal yang membuat Nabi SAW khawatir, kejayaan ini bisa menimbulkan kebinasaan," katanya.
Umat Islam harus memahami bahwa dunia ini penuh dengan kenikmatan. Namun bukan berarti seorang muslim tak boleh menikmatinya, hanya saja perlu aturan sebagaimana ajaran agama.
Pendakwah Habib Abdurrahman Al Habsyi mengatakan, Rasulullah khawatir saat umatnya diberikan fitnah berupa kelebihan harta atau kejayaan, namun tak bisa memanfaatkannya di jalan Allah SWT.
"Nabi SAW mengatakan, bukan kefakiran yang ditakutan, tapi yang paling aku takutkan kalian diberikan kemakmuran di dunia. Sebab harta bisa membinasakan seperti halnya umat-umat sebelum masa Nabi Muhammad SAW," kata Ustdaz Rahman sapaan akrabnya, Senin (28/11/2022).
Baca Juga: Habib Rahman Habsyi: Ingin Surga Akhirat, Ciptakan Dulu Surga di Dunia
Menurut dia, ucapan Nabi SAW sudah terbukti sekarang. Sebab banyak negara-negara muslim yang dulunya miskin, kini jaya, berlomba-lomba membangun gedung tinggi pencakar langit.
"Hal yang membuat Nabi SAW khawatir, kejayaan ini bisa menimbulkan kebinasaan," katanya.
Umat Islam harus memahami bahwa dunia ini penuh dengan kenikmatan. Namun bukan berarti seorang muslim tak boleh menikmatinya, hanya saja perlu aturan sebagaimana ajaran agama.