home wirausaha syariah

Koperasi Syariah BMI, Lahir Memberdayakan Masyarakat Kecil

Rabu, 07 Juli 2021 - 14:45 WIB
Kantor Pusat Kopsyah BMI di BSD. Foto: Kopsyah BMI
Masyarakat saat ini masih dihantui dengan permasalahan ekonomi. Padahal, dengan hadirnya koperasi, masyarakat dengan pendapatan ekonomi menengah ke bawah bisa mendapatkan keringan dan bantuan dari bidang usaha seperti koperasi.

Namun, dalam perkembangannya tersemat sisi negatif yang masih dianggap masyarakat ada di dalam tubuh koperasi itu sendiri. Masyarakat beranggapan, koperasi menggunakan sistem yang membebani.

Sistem bunga yang dianggap melambung terlalu tinggi, juga penagihan hutang yang dinilai kurang manusiawi yang menjadi alasan masyarakat enggan berkoperasi.

Dari sinilah, sosok Kamaruddin Batubara bersiasat menghadirkan koperasi yang lebih memberikan rasa aman dan nyaman bagi anggotanya. Ia membentuk Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI).

Konsep BMI dinilai memberikan bantuan yang lebih menyasar kepada mereka yang benar-benar membutuhkan dalam meningkatkan perekonomian. Lebih jauh, Kopsyah BMI bahkan jauh dari kata tidak manusiawi.

Kopsyah BMI sendiri merupakan perpaduan antara konsep koperasi yang dicetuskan oleh Bung Hatta dengan pola Grameen Bank yang digagas oleh Prof. Muhammad Yunus. Di dalamnya menganut perpaduan solidaritas, individualitas, kolektivitisme dan semangat untuk saling tolong menolong dan gotong royong.

Berangkat dari situ, Kamaruddin memodifikasinya dengan lima instrumen pelayanan model BMI Syariah melalui sedekah, pinjaman, pembiayaan, simpanan dan investasi. Kemudian direalisasikan melalui semangat menabung dan mengadopsi kultur dan nilai-nilai syariah, seperti zakat, infaq, sedekah dan wakaf (ZISWAF) yang lahir dari ajaran Islam dan dianggap tidak luntur oleh perkembangan zaman.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
ekonomi syariah koperasi syariah
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya