Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Koperasi Syariah BMI, Lahir Memberdayakan Masyarakat Kecil

mahmuda attar hussein Rabu, 07 Juli 2021 - 14:45 WIB
Koperasi Syariah BMI, Lahir Memberdayakan Masyarakat Kecil
Kantor Pusat Kopsyah BMI di BSD. Foto: Kopsyah BMI
LANGIT7.ID, Banten - Masyarakat saat ini masih dihantui dengan permasalahan ekonomi. Padahal, dengan hadirnya koperasi, masyarakat dengan pendapatan ekonomi menengah ke bawah bisa mendapatkan keringan dan bantuan dari bidang usaha seperti koperasi.

Namun, dalam perkembangannya tersemat sisi negatif yang masih dianggap masyarakat ada di dalam tubuh koperasi itu sendiri. Masyarakat beranggapan, koperasi menggunakan sistem yang membebani.

Sistem bunga yang dianggap melambung terlalu tinggi, juga penagihan hutang yang dinilai kurang manusiawi yang menjadi alasan masyarakat enggan berkoperasi.

Dari sinilah, sosok Kamaruddin Batubara bersiasat menghadirkan koperasi yang lebih memberikan rasa aman dan nyaman bagi anggotanya. Ia membentuk Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI).

Konsep BMI dinilai memberikan bantuan yang lebih menyasar kepada mereka yang benar-benar membutuhkan dalam meningkatkan perekonomian. Lebih jauh, Kopsyah BMI bahkan jauh dari kata tidak manusiawi.

Kopsyah BMI sendiri merupakan perpaduan antara konsep koperasi yang dicetuskan oleh Bung Hatta dengan pola Grameen Bank yang digagas oleh Prof. Muhammad Yunus. Di dalamnya menganut perpaduan solidaritas, individualitas, kolektivitisme dan semangat untuk saling tolong menolong dan gotong royong.

Berangkat dari situ, Kamaruddin memodifikasinya dengan lima instrumen pelayanan model BMI Syariah melalui sedekah, pinjaman, pembiayaan, simpanan dan investasi. Kemudian direalisasikan melalui semangat menabung dan mengadopsi kultur dan nilai-nilai syariah, seperti zakat, infaq, sedekah dan wakaf (ZISWAF) yang lahir dari ajaran Islam dan dianggap tidak luntur oleh perkembangan zaman.

“Kopsyah BMI adalah bentuk upaya melepas ketergantungan masyarakat kepada informal money lender (pelepas uang tidak resmi) dan ikhtiar solusi sumber permodalan yang mudah, ramah dan memberdayakan,” jelas Kamaruddin kepada LANGIT7.

Dalam perkembangan koperasi syariah, Kamaruddin mengaku mendapat beberapa cobaan. Meskipun begitu, keteguhan dan niat tulus demi bantuan sosial membuat Kopsyah model BMI yang ia bentuk terus berkembang sampai sekarang ini.

Kamaruddin mengaku salah satu kendala yang ia hadapi adalah perihal permodalan. Namun, ia mengatasinya dengan menggalakkan simpanan anggota, pinjaman dari bank serta lembaga non bank lainnya seperti dari LPDB.

“Karena saat ini banyak persaingan dari BUMN dan Pegadaian yang hanya lending dan dibiayai APBN. Sementara koperasi harus menggalakkan funding untuk kemandirian anggota dan lembaga,” imbuhnya.

Selain itu, ia juga menyebutkan, saat ini kesadaran masyarakat masih rendah untuk berkoperasi. Terlebih, lanjut Kamaruddin, image "negatif” koperasi yang selama ini masih terkesan buruk di kalangan masyarakat.

Dalam hal ini Kamaruddin menganggap kebanyakan dari masyarakat masih belum memiliki kesadaran dan pemahaman tentang koperasi secara mendalam. Padahal menurutnya, ada banyak manfaat yang bisa diperoleh dari koperasi syariah demi kepentingan masyarakat itu sendiri.

“Masyarakat belum paham dan hanya melihat (koperasi) sebagai simpan pinjam pembiayaan saja. Padahal BMI ada kegiatan sosial, pemberdayaan dan ZISWAF,” jelasnya.

Menanggapi sistem koperasi yang buruk akibat dianggap memberikan bunga yang terlalu tinggi dan sistem penagihan yang kurang manusiawi, Kamaruddin mengatakan sebaliknya. Menurutnya, dalam sistem di Kopsyah BMI sendiri memberikan edukasi bahwa koperasi merupakan milik bersama dan mengedepankan semangat kekeluargaan dan gotong royong.

Setidaknya ada lima pilar yang disebutkan dalam BMI Syariah untuk masalah bantuan kesejahteraan masyarakat, yakni ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial dan spiritual. Kesejahteraan ini dapat diwujudkan dengan melalui lima instrumen, seperti sedekah, pinjaman, pembiayaan, simpanan dan investasi.

“Sehingga Kopsyah BMI lebih dari sekedar koperasi, tapi dengan semangat menuju peradaban baru koperasi, yaitu koperasi itu besar, koperasi itu profesional, koperasi mandiri berkarakter bermartabat, koperasi pemberdayaan dan koperasi itu peduli sesama,” imbuhnya.

Kamaruddi beranggapan, manusia merupakan makhluk sosial yang tidak pernah lepas dari bantuan. Bahkan, hatinya tergerak membentuk Kopsyah BMI karena ia pun sempat banyak dibantu oleh orang lain di masa lalu.

Ia juga memiliki harapan dapat terus mempraktikkan nilai-nilai koperasi dan nilai syariah untuk menolong terhadap sesama. Bahkan dikala pandemi saat ini, koperasi syariahnya memberikan win win solusi bagi mereka yang ikut terdampak akibat pandemi.

"Kita melakukan kebijakan yang win win solution kepada anggota dan koperasi. Dengan kata lain, banyak kebijakan dan kelonggaran bagi anggota yang bermasalah dalam perekonomiannya dan boleh tidak bayar hingga memiliki kesanggupan untuk membayar kembali," jelasnya.

Kamaruddin berharap, masyarakat bisa memberikan kemudahan dalam situasi yang sedang sulit. Ia meyakini, bantuan yang diberikan kepada yang membutuhkan akan membuahkan hasil baik kepada diri sendiri.

"Mari kita perlakukan orang seperti apa kita ingin diperlakukan, jika kita bisa memberi kemudahan maka berikanlah dengan sebaik-baiknya. Percayalah jika kita banyak membantu maka kita juga akan ada yang mengurus dengan ganjaran yang lebih baik," tutupnya.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)