Liga Italia
Diduga Terlibat Pemalsuan Laporan Keuangan, Semua Direksi Juventus Mundur
Garry Talentedo Kesawa
Rabu, 30 November 2022 - 17:45 WIB
Presiden Juventus Andrea Agnelli (tengah) bersama wakil presiden Pavel Nedved (kanan) dan CEO Maurizio Arrivabene (kiri). (Foto: Football Italia)
Kabar mengejutkan datang dari kontestan Liga Italia Serie A, Juventus. Seluruh jajaran direksi klub melakukan resign alias mengundurkan diri dari jabatannya yang diduga terlibat pemalsuan laporan keuangan klub.
Dilansir dari Football Italia, Rabu (30/11/2022), pengunduran diri itu termasuk Presiden Andrea Agnelli, wakil presiden Pavel Nedved dan CEO Juventus Maurizio Arrivabene. Selain tiga nama di atas, ada juga anggota direksi lainnya seperti Suzzanne Heywood, Laurene Debroux, Massimo Della Ragione, Kathryn Fink, Daniela Marilungo dan Francesco Roncaglio.
Bianconeri diketahui sedang tersandung kasus pemalsuan laporan keuangan klub pada tahun 2018, 2019 dan 2020. Adapun pemalsuan laporan keuangan yang dilakukan Nyonya Tua disebut-sebut untuk mendapatkan keuntungan yang besar.
Baca Juga:CEO Juventus Ogah Pecat Max Allegri, Ini Alasannya
Pihak penyidik FIGC Turin saat ini sedang melakukan penyelidikan terkait dugaan pemalsuan laporan keuangan tersebut. Tak hanya itu, jaksa penuntut Turin juga mencurigai penerimaan gaji para pemain Juve selama empat bulan yang diserahkan pandemi Covid-19 pada 2020.
Penyelidikan ini bertujuan untuk membuktikan bahwa para pemain tidak menginginkan pemangkasan gaji. Melainkan hanya melewatkan satu bulan dan tetap menerima uang sesuai perjanjian pribadi dengan klub.
Sebelumnya, 16 direktur Juventus sedang diselidiki oleh Jaksa FIGC terkait tuduhan pemalsuan dokumen akuntansi dan komunikasi palsu ke pasar. Jaksa Turin Anna Maria Loreto mengkonfirmasi penyelidikan awal yang melibatkan anggota dan direktur Juventus.
Dilansir dari Football Italia, Rabu (30/11/2022), pengunduran diri itu termasuk Presiden Andrea Agnelli, wakil presiden Pavel Nedved dan CEO Juventus Maurizio Arrivabene. Selain tiga nama di atas, ada juga anggota direksi lainnya seperti Suzzanne Heywood, Laurene Debroux, Massimo Della Ragione, Kathryn Fink, Daniela Marilungo dan Francesco Roncaglio.
Bianconeri diketahui sedang tersandung kasus pemalsuan laporan keuangan klub pada tahun 2018, 2019 dan 2020. Adapun pemalsuan laporan keuangan yang dilakukan Nyonya Tua disebut-sebut untuk mendapatkan keuntungan yang besar.
Baca Juga:CEO Juventus Ogah Pecat Max Allegri, Ini Alasannya
Pihak penyidik FIGC Turin saat ini sedang melakukan penyelidikan terkait dugaan pemalsuan laporan keuangan tersebut. Tak hanya itu, jaksa penuntut Turin juga mencurigai penerimaan gaji para pemain Juve selama empat bulan yang diserahkan pandemi Covid-19 pada 2020.
Penyelidikan ini bertujuan untuk membuktikan bahwa para pemain tidak menginginkan pemangkasan gaji. Melainkan hanya melewatkan satu bulan dan tetap menerima uang sesuai perjanjian pribadi dengan klub.
Sebelumnya, 16 direktur Juventus sedang diselidiki oleh Jaksa FIGC terkait tuduhan pemalsuan dokumen akuntansi dan komunikasi palsu ke pasar. Jaksa Turin Anna Maria Loreto mengkonfirmasi penyelidikan awal yang melibatkan anggota dan direktur Juventus.