Jokowi Imbau Instansi Pemerintah Miliki Sense of Crisis Hadapi Krisis Ekonomi
Muhajirin
Kamis, 01 Desember 2022 - 18:12 WIB
Presiden Joko Widodo dalam keterangan persnya terkait penyampaian Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Alokasi Transfer ke Daerah Tahun Anggaran 2023 pada Kamis (1/12/2022). (Dok Setpres)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau, seluruh instansi pemerintah harus memiliki perasaan yang sama terkait krisis ekonomi (sense of crisis) dalam menghadapi kondisi ekonomi global yang tengah bergejolak. Sehingga, dampaknya dapat diantisipasi di berbagai sektor.
Adanya perasaan yang sama itu, menurut Presiden akan meningkatkan kewaspadaan bersama dalam menyikapi ketidakpastian global, juga membuat kebijakan yang dirumuskan bisa tepat diambil.
"Kita semuanya harus memiliki sense of crisis. Betul-betul siap dari berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi tanpa kita prediksi," kata Jokowi dalam keterangan persnya terkait penyampaian Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Alokasi Transfer ke Daerah Tahun Anggaran 2023 pada Kamis (1/12/2022).
Baca Juga:Pengamat: Jokowi Harus Tegur Keras Kepala BP2MI yang Minta Izin Tempur
Jokowi menjelaskan, dengan memiliki semangat yang sama itu Indonesia diyakini akan dapat merespon setiap kondisi ekonomi global dengan strategi yang tepat.
Selain itu, dengan kewaspadaan bersama dapat memanfaatkan peluang yang muncul dari setiap perubahan kondisi global yang terjadi. Sehingga, justru memberikan dampak positif bagi tanah air.
"Kita harus siap. Bukan hanya untuk mampu bertahan, tetapi juga bisa memanfaatkan setiap peluang yang ada," jelas Jokowi.
Adanya perasaan yang sama itu, menurut Presiden akan meningkatkan kewaspadaan bersama dalam menyikapi ketidakpastian global, juga membuat kebijakan yang dirumuskan bisa tepat diambil.
"Kita semuanya harus memiliki sense of crisis. Betul-betul siap dari berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi tanpa kita prediksi," kata Jokowi dalam keterangan persnya terkait penyampaian Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Alokasi Transfer ke Daerah Tahun Anggaran 2023 pada Kamis (1/12/2022).
Baca Juga:Pengamat: Jokowi Harus Tegur Keras Kepala BP2MI yang Minta Izin Tempur
Jokowi menjelaskan, dengan memiliki semangat yang sama itu Indonesia diyakini akan dapat merespon setiap kondisi ekonomi global dengan strategi yang tepat.
Selain itu, dengan kewaspadaan bersama dapat memanfaatkan peluang yang muncul dari setiap perubahan kondisi global yang terjadi. Sehingga, justru memberikan dampak positif bagi tanah air.
"Kita harus siap. Bukan hanya untuk mampu bertahan, tetapi juga bisa memanfaatkan setiap peluang yang ada," jelas Jokowi.