Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 05 Juni 2026
home global news detail berita

Jokowi Imbau Instansi Pemerintah Miliki Sense of Crisis Hadapi Krisis Ekonomi

Muhajirin Kamis, 01 Desember 2022 - 18:12 WIB
Jokowi Imbau Instansi Pemerintah Miliki Sense of Crisis Hadapi Krisis Ekonomi
Presiden Joko Widodo dalam keterangan persnya terkait penyampaian Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Alokasi Transfer ke Daerah Tahun Anggaran 2023 pada Kamis (1/12/2022). (Dok Setpres)
LANGIT7.ID, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau, seluruh instansi pemerintah harus memiliki perasaan yang sama terkait krisis ekonomi (sense of crisis) dalam menghadapi kondisi ekonomi global yang tengah bergejolak. Sehingga, dampaknya dapat diantisipasi di berbagai sektor.

Adanya perasaan yang sama itu, menurut Presiden akan meningkatkan kewaspadaan bersama dalam menyikapi ketidakpastian global, juga membuat kebijakan yang dirumuskan bisa tepat diambil.

"Kita semuanya harus memiliki sense of crisis. Betul-betul siap dari berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi tanpa kita prediksi," kata Jokowi dalam keterangan persnya terkait penyampaian Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Alokasi Transfer ke Daerah Tahun Anggaran 2023 pada Kamis (1/12/2022).

Baca Juga: Pengamat: Jokowi Harus Tegur Keras Kepala BP2MI yang Minta Izin Tempur

Jokowi menjelaskan, dengan memiliki semangat yang sama itu Indonesia diyakini akan dapat merespon setiap kondisi ekonomi global dengan strategi yang tepat.

Selain itu, dengan kewaspadaan bersama dapat memanfaatkan peluang yang muncul dari setiap perubahan kondisi global yang terjadi. Sehingga, justru memberikan dampak positif bagi tanah air.

"Kita harus siap. Bukan hanya untuk mampu bertahan, tetapi juga bisa memanfaatkan setiap peluang yang ada," jelas Jokowi.

Jokowi meyakini, segenap instansi pemerintah terkait dapat melakukan hal tersebut. Berkaca dari pengalaman krisis dari dampak wabah global COVID-19.

Baca Juga: Ditelepon Jokowi, Anwar Ibrahim: Saya Sahabat Sejati Indonesia

Dari kerja keras yang ditunjukkan oleh masing-masing instansi pemerintah, menjadi bukti Indonesia sanggup tetap bertahan dari dampak pandemi. Bahkan, dengan memanfaatkan peluang, Indonesia menjadi negara terbaik dalam penanganan dampak pandemi, khususnya sektor perekonomian.

"IMF mengatakan bahwa di tengah dunia yang gelap Indonesia adalah titik terang, itu adalah kerja keras kita semuanya," jelas Jokowi.

Jokowi menuturkan, kondisi perekonomian Indonesia saat ini, inflasi masih bisa dikendalikan di kisaran 5,8 persen. Berbeda, dengan di sejumlah negara yang rata-rata inflasinya mencapai 10 hingga 75 persen.

Baca Juga: Jokowi Ajak Masyarakat Vaksinasi Booster Kedua dengan IndoVac

Kemudian, kinerja sektor perekonomian Indonesia sangat menggembirakan. Indikasinya, pertumbuhan perekonomian di kuartal II 2022 mencapai 5,44 persen dan pada kuartal III 2022 tumbuh lebih baik menjadi 5,72 persen.

Sedangkan, dari sektor perdagangan menorehkan prestasi yang baik. Sudah 30 bulan berturut-turut, Indonesia mengalami surplus perdagangan. Pertumbuhan perdagangan dalam negeri dapat mencapai sekitar 58 persen.

"Kita mengalami surplus perdagangan selama 30 bulan terakhir berturut-turut. Ini juga sesuatu yang harus kita syukuri," pungkas Jokowi.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 05 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)