LANGIT7.ID, Jakarta - Dosen Sosiologi Politik Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya, Dr. Umar Sholahuddin, meminta pejabat pemerintahan tidak mengeluarkan pernyataan provokatif. Itu menyusul pernyataan Kepala
Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Ramadhani, yang meminta izin tempur ke Presiden
Jokowi serta menangkap pengkritik pemerintah.
“Sangat prihatin, Pernyataan Kepala BP2MI, Benny sangat provokatif dan sangat tidak patut dikeluarkan oleh seorang pejabat negara,” kata Umar kepada
Langit7.id, Selasa (29/11/2022).
Menurut Umar, pejabat negara mengandung nilai-nilai provokatif dan tidak wajar dilontarkan seorang pejabat negara. Sifat dan tindakan pejabat negara harus merangkul, bukan memukul. Sementara, kata dia, pernyataan Benny bertentangan dengan sifat ‘merangkul’ tersebut.
Baca Juga: Jokowi Ingatkan Capres dan Cawapres Tak Politisasi SARA
“Pernyataan Benny laiknya preman kampung yg mengancam dan mengajak perang dgn rakyatnya sendiri. Seorang pejabat yg digaji dengan uang rakyat, tapi omongannya provokatif,” ujar Umar.
Umar menilai pernyataan Benny dapat merusak rasa persatuan dan kesatuan anak bangsa dan mengandung sikap intoleran bahkan kebencian dengan sesama anak bangsa. Sebagai seorang pejabat negara, seharusnya Benny harus
prudent, jaga sikap, ucapan dan tindakan.
“Jangan sampai menimbulkan polemik apalagi potensi perpecahan di antara anak bangsa. Pernyataan tersebut menunjukkan pemerintah tidak siap dikritik dan anti kritik. Kritik dianggap sebagai musuh negara. Ini sangat berbahaya bagi demokrasi,” tutur Umar.
Umar menyatakan, pernyataan Benny lebih menunjukkan pernyataan "
demo crazy" bukan demokrasi. Sarat dengan kekerasan dan permusuhan. Itu sama saja menyebarkan permusuhan sesama anak bangsa dan berpotensi memecah belah bangsa.
“Karena itu, presiden Jokowi harus memberi peringatan keras terhadap anak buahnya agar lebih menjaga ucapan, sikap dan tindakannya (permusuhan dan intoleransi),” kata Umar.
Baca Juga: Krisis Global, Jokowi Ingatkan Menteri Hati-hati Pilih Kebijakan
Sebelumnya, Benny Ramdhani meminta izin tempur untuk melawan oposisi kepada Presiden Jokowi. Pernyataan tersebut seketika menjadi kontroversi di tengah masyarakat. Pernyataan yang viral di media sosial itu disampaikan di sela agenda Nusantara Bersatu di Gelora Bung Karno pada Ahad (27/11/2022).
Benny terlihat berbicara langsung di hadapan Jokowi di dalam ruangan yang dipenuhi relawan. Dia lalu menyampaikan saran kepada Jokowi mengenai serangan lawan sembari meminta izin kepada Jokowi untuk tempur.
“Kita gemes, Pak, ingin melawan mereka. kalau mau tempur lapangan, kita lebih banyak,” ujar Benny.
(jqf)